Aceh Tengah Aktifkan Peran Pengawas Syariat di Tingkat Gampong

Aceh Tengah Aktifkan Peran Pengawas Syariat di Tingkat Gampong
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin didampingi Kadis Syariat Islam, Alam Suhada, sedang mengikuti rakor Antisipasi Pelanggaran Syariat Islam di Aceh Tengah, Sabtu (17/9/2016). [Syamsul Bahri]
Sabtu, 17 September 2016 17:33 WIB
Penulis: Syamsul Bahri

TAKENGON – Untuk mengantisipasi pelanggaran syariat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membentuk pengawas syariat di tingkat gampong. Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi dengan Dinas Syariat Islam di Op Room Setdakab, Sabtu, (17/9/2016).

Kepala Dinas Syariat Islam, Alam Suhada, mengatakan, pengawas syariat Islam di tingkat gampong sudah berjalan selama 2 tahun, sejak 2015. Tugas mereka mensosialisasikan penerapan syariat Islam, sekaligus mengantisipasi berbagai indikasi perbuatan yang melanggar syariat Islam di gampong masing-masing.

"Dalam bertugas Pengawas Syariat Islam ini diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan pengakat Sarak Opat Kampung (tuha peut)," ucap Alam.

Operasional Pengawas Syariat Islam bersumber dari 2 pendanaan, yaitu melalui dana Otsus 2016 dan Baitul Mal 2016 untuk 5 kecamatan. Kecamatan Lut Tawar, Bintang, Kebayakan, Bebesen, dan kecamatan Pegasing dengan total 39 gampong dengan jumlah pengawas sebanyak 226 orang.

Ads
Selain para pengawas tersebut, untuk melakukan pembinaan syariat Islam di tingkat gampong juga diIibatkan para mukim dari 5 kecamatan serta Babinkamtibmas dan Babinsa masing-masing gampong. Alam Suhada menambahkan, selain gampong, ada 2 tempat khusus yang juga ditempatkan petugas pengawas syariat Islam, yaitu di kawasan terminal lama dan terminal Paya Ilang.

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, ketika membuka rapat koordinasi mengatakan, para pengawas melaksanakan tugas mulia yang sebenarnya juga menjadi kewajiban sesama muslim. Nasaruddin menekankan tugas pengawas lebih untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran syariat Islam. "Tugas pengawas bukan mengadili tapi mengantisipasi terjadinya pelanggaran syariat Islam. Kalau sudah terjadi pelanggaran itu ada komponen lain yang menangani," ujarnya.

Nasaruddin mengharapkan setiap petugas dapat membuat evaluasi, terkait tingkat pelanggaran syariat Islam pertahun sebagai indikator keberhasilan penerapan syariat Islam di wilayah tugas masing-masing.

Editor : TAM
Kategori : Pemerintahan, Aceh Tengah
www www