Reaksi Nelayan atas Penggusuran Warung TPI Pusong Lhokseumawe

Reaksi Nelayan atas Penggusuran Warung TPI Pusong Lhokseumawe
Satpol PP membongkar warung milik warga di TPI, Pusong Lama, Lhokseumawe, Selasa (6/9/2016). [Sarina]
Selasa, 06 September 2016 15:47 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE - Zulkifli pemilik warung di Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menuntut keadilan dari Pemerintah Kota Lhokseumawe atas penggusuran warung mereka secara paksa, Selasa (6/9/2016)."Saya berharap Pemerintah bisa memberi keadilan kepada kami masyarakat kecil, saya jualan di sini juga membayar uang sewa. Kami mencari rezeki untuk penghidupan keluarga kami di sini," ujarnya.

Erlina Gugat ke Pengadilan

Sementara, warga lainnya, Erlina pascamenerima surat eksekusi dari Pemko Lhokseumawe terhadap warung nelayan di TPI, Pusong Lama per 1 September 2016, langsung mengajukan perkara tersebut ke pengadilan.

“Surat eksekusi pembongkaran kami terima, Kamis (1/9/2016) sore. Setelah surat tersebut kami terima, terus kami meminta kejelasan dari pakar hukum, kemudian mereka mengatakan hal ini harus diajukan ke pengadilan,” ujarnya.

Ads
Kemudian dia menggugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe dengan register perkara Nomor: 29/PDT-G/2016/PN-LSM. Bahkan surat gugatan tersebut menurutnya sudah sampai ke Wali Kota dan Satpol PP, tetapi hari ini mereka tetap saja menggusur warung nelayan tersebut.

“Saya sangat kecewa dan sedih, karena warung ini saya bangun untuk ayah saya mencari rezki. Padahal selama ini kami selalu menuruti dan menghargai hukum Indonesia, saya membayar sewa, biaya pembangunan, dan biaya timbun menghabiskan uang Rp150 juta,” jelasnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Lhokseumawe, GoNews Group, Hukrim
wwwwww