Testimoni Peserta:

Kami Tidak Sanggup Kalau Tidak Ada BPJS

Kami Tidak Sanggup Kalau Tidak Ada BPJS
Ibu Suryani, pasien cuci darah di RS. Arun Lhokseumawe.
Minggu, 28 Agustus 2016 21:05 WIB

Terbaring lemas. Itulah gambaran kondisi Ibu Suryani ketika ditemui di ruang Hemodialisa RS. Arun Lhokseumawe. Ibu Suryani harus rela menghabiskan 10 jam waktunya per minggu untuk melakukan cuci darah rutin di rumah sakit.

Proses cuci darah yang telah ia jalani sejak 2014 lalu, merupakan usahanya untuk bertahan di tengah kondisi tubuh yang tak mampu menetralisir racun secara alami lagi. “Saya harus cuci darah setiap Selasa dan Jumat. Untuk sekali cuci darah itu memakan waktu 5 jam. Awalnya saya punya riwayat diabetes hingga akhirnya pertengahan 2014 lalu saya harus cuci darah untuk pertama kalinya dan itu sudah menjadi rutinitas yang mau tak mau harus saya jalani hingga saat ini,” cerita Ibu Suryani.

Pengalaman pahit pernah dirasakan keluarga Ibu Suryani, saat saudara laki-lakinya meninggal dunia dikarenakan ketidaksanggupan keluarga membiayai pencucian darahnya. “Dari mana uang kita untuk bayar biaya cuci darah yang tidak sedikit, sekaya apapun seseorang apabila harus terus cuci darah setiap minggu, pasti tidak mampu,” ungkapnya.

Menilik fakta di lapangan,  banyak masyarakat yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran program JKN-KIS ini, meskipun tak dapat dipungkiri masih ada masyarakat yang mengeluh dengan program yang baru berjalan 2 tahun berlakangan ini. Sebagai contoh nyata bahwa Ibu Suryani sangat berterima kasih karena ia dapat dengan mudah melakukan pengobatan dan pencucian darah di rumah sakit. Tak henti-hentinya ia mengucapkan kata“Alhamdulillah” sebagai wujud syukurnya atas keberadaan program JKN-KIS yang sangat menolong diri dan keluarganya.

Ads
Keberadaan program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dengan mengemban tanggung jawab langsung kepada RI-1 merupakan wujud kepedulian pemerintah Indonesia akan kesejahteraan rakyatnya sebagaimana tertuang dalam preambule Undang-undang Dasar 1945 yang secara lugas dan tegas menjamin kesejahteraan rakyat Indoneia seperti dalam penggalan pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi “...melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia...”.

“Terima kasih sekali karena bisa berobat seperti ini, semoga program ini selalu ada untuk membantu masyarakat,” ucap Ibu Suryani. Dengan segenap kemampuan yang ada mari bergotong royong bersama, agar program JKN-KIS dapat diselenggarakan lebih baik guna kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Lhokseumawe, Aceh, Interaksi
wwwwww