Ombak Masih Tinggi, 5 Hari Nelayan tidak Melaut

Ombak Masih Tinggi, 5 Hari Nelayan tidak Melaut
Lapak pedagang ikan tradisional di Gampong Sawang I, Aceh Selatan sepi. Sabtu (27/8/2016). [Al Fahd Radi Fahlefi]
Sabtu, 27 Agustus 2016 13:26 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi

TAPAKTUAN - Cuaca ekstrem melanda kawasan pantai barat-selatan, sejak 23 Agustus lalu membuat nelayan tradisional setempat tidak berani melaut. Perahu nelayan parkir di daratan, lapak pedagang ikan juga sepi tanpa aktivitas. 

"Cuaca buruk sudah berlangsung selama 5 hari. Sejak itu pula kami tidak melaut. Tahun ini lebih banyak libur dari pada beraktivitas. Angin kencang, hujan dan ombak tinggi membuat ekonomi kami semakin terpuruk. Inilah risiko jadi nelayan," papar salah seorang nelayan Sawang, Anas Is, Sabtu (27/8/2016).

Pedagang ikan, M Abas kepada GoAceh juga menyuarakan hal serupa. Katanya, sudah 5 hari lapak dagangan ikan milik mereka di pinggiran Jalan Nasional Sawang I kosong. Ikan langka akibat nelayan tidak bisa turun melaut. Pengaruh cuaca buruk, pekerjaan yang digeluti jadi sepi tanpa pemasukan. 

"Sejak tadi pagi saya duduk di sini, seekor ikanpun tidak ada untuk dijual. Saya cari kemana-mana, ternyata nelayan belum juga melaut. Kapal nelayan baru mulai berangkat pada pukul 08.00 WIB pagi tadi. Inipun belum diketahui dapat ikan atau tidak," kata M Abas. 
Ads
Editor:TAM
Kategori:Ekonomi, Aceh Selatan
wwwwww