Tahun Ini Angin dan Ombak Terparah di Barat Selatan Pascatsunami

Tahun Ini Angin dan Ombak Terparah di Barat Selatan Pascatsunami
Suasana nelayan saat diterjang badai, sebulan lalu di perairan Tapaktuan. [dok]
Minggu, 21 Agustus 2016 18:19 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi

TAPAKTUAN - Panglima Laot Kabupaten Aceh Selatan, Tgk Muhammad Jamil menyebutkan, setelah tsunami melanda Aceh Tahun 2004 lalu, angin kencang dan ombak tinggi terparah di perairan Barat Selatan terjadi tahun ini.

"Sepanjang 12 tahun lalu, kondisi cuaca buruk terparah baru terjadi tahun 2016. Angin kencang, ombak tinggi disertai hujan deras masih terjadi hingga hari ini. Saya menilai, cuaca buruk ini akibat perputaran atau pergantian musim," kata Tgk Muhammad Jamil, Minggu (21/8/2016).

Sejak terjadi gempa bumi dan tsunami dahsyat  di Aceh, Minggu pagi, 26 Desember  2004, lanjut Panglima Laot, baru tahun ini cuaca buruk berlangsung lama. Bahkan, menelan korban jiwa hingga 6 orang di Aceh Selatan.

"Peristiwa angin kencang dan ombak tinggi di perairan barat selatan, berdampak kepada  nelayan tidak bisa turun melaut. Situasi ini belum bisa dipastikan mereda hingga akhir bulan Agustus ini," katanya seraya mengimbau agar nelayan selalu waspada karena kondisi cuaca yang tidak normal.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meulaboh-Nagan Raya, Edi Darlupti yang dikonfirmasi GoAceh menyebutkan, angin kencang dan ombak tinggi disertai hujan memang lagi musiman di wilayah Barat-Selatan. Tetapi kalau disebutkan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya setelah tsunami, BMKG tidak memprediksi sejauh itu.

"Bisa saja masyarakat dan para nelayan menilai seperti itu. Sebab, yang merasakan dampak langsung adalah masyarakat. Apalagi nelayan di pesisir Aceh Selatan sempat berhari-hari tidak melaut akibat angin kencang dan ombak tinggi. Prakiraan cuaca dari BMKG diprediksikan pertiga hari sekali," terangnya.

Menurut Edi Darlupti, prakiraan kecepatan angin dan ketinggian ombak dari BMKG, bisa berbeda kejadiannya di kawasan tertentu. Bisa melebihi  prakiraan dan bisa lebih rendah. Angin kencang dan ombak tinggi di Pantai Barat Selatan sudah berlangsung sejak bulan Maret 2016 lalu.

"Kalau masyarakat Aceh Selatan beranggapan cuaca buruk yang terjadi tahun ini, lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya setelah terjadi tsunami, mungkin sebuah logika yang dirasakan. Dampak langsung dan perbedaannya hanya masyarakat yang lebih memahami,"  ujarnya.

Ads
Editor:TAM
Kategori:Aceh Selatan, Umum
wwwwww