Home >  Berita >  Pidie

Orangtua Mahasiswi asal Pidie Ditangkap di Turki, Jatuh Sakit

Orangtua Mahasiswi asal Pidie Ditangkap di Turki, Jatuh Sakit
Samsul (55) dan Asnaini (45) orang tua YU, mahasiswa yang ditangkap di Turki karena diduga terlibat jaringan Fethullah Gulen. [Foto Istimewa dari KOMPASTV]
Minggu, 21 Agustus 2016 07:02 WIB

BANDA ACEH - Orang tua mahasiswi asal Aceh berinisial YU (20) mencemaskan keadaan anaknya. YU, dtahan aparat keamanan Turki karena dituduh terlibat dengan terduga pemimpin kudeta Fethullah Gulen.

YU, si putri sulungnya yang sedang kuliah di Turki, ditangkap pada 11 Agustus lalu bersama seorang temannya asal Demak, Jawa Tengah. YU, gadis berasal dari Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie ini adalah alumi Fatih Bilingual School Banda Aceh.

Sekolah ini juga beberapa pekan lalu pascakudeta gagal Turki sempat disuruh tutup oleh Pemerintah Turki karena dituduh terkait Fethullah Gulen.

Sementara orang tua YU, Asnani (45), saat ini sangat mencemaskan kondisi putri itu. “Saya sangat sedih karena anak ditangkap, namanya orangtua, sekarang kondisi saya mengalami tekanan darah tinggi. Darahnya naik karena selalu teringat anak,” kata Asnani, Sabtu (20/08/16).

Ads
Asnaini mengaku tak dapat memberikaan informasi lebih banyak tentang anaknya karena sejak beberapa hari ini kondisi kesehatan terus menurun.

Ibu ini terus memikirkan nasib yang dialami putrinya. Asnaini lebih memilih menutup diri dari tetangga agar pikirannya lebih tenang mengadapi masalah penangkapan anaknya itu.

“Saya sudah serahkan masalah anak saya kepada KBRI dan Kemenlu, semoga anak saya segera dibebaskan," kata warga kurang mampu itu.

YU merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Samsul (55) dan Asnaini (45). Kata Isnaini, saat ditangkap sedang berada di rumah dan menghabiskan masa libur kuliah. Kepada ibunya ia mengaku tidak dapat pulang ke Indonesia karena keterbatasan biaya.

“Sebelum ditangkap hari Kamis (11/08/16), saya komunikasi dengan dia, dia bilang sedang memberes-bereskan barang mau pindah rumah, karena lagi libur," katanya.

"Dia tidak pulang karena tidak ada ongkos. Banyak kawannya pulang ke Indonesia karena dikirimi ongkos oleh orangtua masing-masing,” tambahnya.

Editor : Kamal Usandi
Sumber : kompas.com
Kategori : Pidie, GoNews Group, Pendidikan
www www