Home >  Berita >  Ekonomi

Petani Aceh Utara Pilih Jual Sawit ke Aceh Tamiang, Mengapa?

Petani Aceh Utara Pilih Jual Sawit ke Aceh Tamiang, Mengapa?
Truk sedang membawa TBS kelapa sawit. [Google].
Jum'at, 19 Agustus 2016 19:45 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sejak sepekan terakhir di Kabupaten Aceh Utara naik menjadi Rp1.450 per kilogram. Sebelumnya, TBS kelapa sawit petani hanya diharga Rp.1.200 per kilogram. Meski harganya mengalami kenaikan, petani di kabupaten itu tetap saja menjual TBS sawit ke luar daerah.Menurut salah seorang petani sawit di Kecamatan Cot Girek, Samsul Arifin, (34), meski naik menjadi Rp1.450, namun harga sawit saat ini tetap tergolong anjlok.

"Harga saat ini bertahan Rp.1.450 per kilogram itu termasuk murah bagi kami karena beberapa bulan lalu harga sawit lebih dari itu. Kemudian turun jadi Rp1.200, naik lagi jadi Rp1.450," katanya kepada GoAceh, Jumat (19/8/2016).

Samsul mengatakan, kebanyakan petani sawit di kawasan Cot Girek dan Lhoksukon saat ini memilih menjual TBS kelapa sawit mereka ke luar daerah, seperti ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Langsa dan Aceh Tamiang.

"Kalau kita jual ke PTPN Cot Girek, harganya malah mencekik petani yaitu Rp1.200 per kilogram. Jadi kami terpaksa menjual ke luar daerah, harganya pun lebih dari Rp1.450," ujarnya.

Ads
Untuk memudahkan mengontrol harga TBS kelapa sawit, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk membuat sebuah tim penetapan harga sawit.

"Sebab harga TBS sawit terkadang dipermainkan oknum, sehingga harganya kadang-kadang bervariasi, tidak sama. Akibat dari itulah kami tidak lagi menjual sawit ke Cot Girek," katanya lagi.
www www