Ancaman Kejahatan Narkoba Masih Tinggi di Aceh Selatan

Ancaman Kejahatan Narkoba Masih Tinggi di Aceh Selatan
600 batang ganja barang bukti sitaan BNNK dan Polres Aceh Selatan dibakar di Reklamasi Pantai Taman Pala Indah, Tapaktuan, Kamis (4/8/2016). [Al Fahd Radi Fahlefi]
Kamis, 04 Agustus 2016 23:06 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi
TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, T Sama Indra menyebutkan, upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) telah dilakukan maksimal oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) setempat bersama Kepolisian dan TNI. Namun, kenyataannya, ancaman kejahatan narkoba tetap masih tinggi.“Terima kasih atas upaya P4GN yang sudah dilaksanakan selama ini. Namun harus kita sadari, bahaya narkoba tetap besar, baik di tingkat dunia, nasional maupun daerah. Banyak hal yang sudah kita lakukan bersama, tetapi ancaman kejahatan narkoba masih tetap tinggi,” ujar T Sama Indra jelang pemusnahan barang bukti berupa 600 batang ganja, Kamis (4/8/2016) di Taman Pala Indah, Tapaktuan.

Karenanya, tambah Bupati, diajak bersungguh-sungguh dan serius melanjutkan pemberantasan narkoba untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran dan kematian. Sudah banyak warga, generasi muda dan anak-anak menjadi korban kejahatan narkoba, meskipun bukan sebagai pelaku.

“Tahun 2015 pengguna narkoba mencapai 5,1 juta jiwa, di antaranya 40-50 generasi muda meninggal dunia akibat narkoba. Peningkatan kejahatan narkoba cukup beralasan, maraknya penyelupan dari luar negeri, ditemukan sejumlah ladang ganja dan berbagai tindakan lain,” ulasnya.

Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Selatan, Hukrim
www www