Home >  Berita >  Aceh Tengah

Terkait Permintaan HMI Oknum Reje Dihukum, Ini Kata Satpol PP-WH

Terkait Permintaan HMI Oknum Reje Dihukum, Ini Kata Satpol PP-WH
Para mahasiswa dari HMI menggelar aksi demo pada saat acara eksekusi cambuk di Takengon, Aceh Tengah, Selasa (26/7/2016)
Selasa, 26 Juli 2016 14:46 WIB
Penulis: Syamsul Bahri
TAKENGON - Terkait demo mahasiswa dari Himpunan Mahaiswa Islam (HMI) Takengon pada saat eksekusi cambuk lima terpidana maisir, Selasa (25/07/16), ini penjelasan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Tengah.Kepala Satpol PP dan WH Aceh Tengah, Syahrial ketika dimintai keterangannya terkait tuntutan para pendemo menjelaskan, pada kasus Reje Bies Penantan setelah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan, tidak ditemukan bukti kuat tersangka melakukan zina.

Lagi pula, tidak adanya satu orang saksipun yang bisa memberi keterangan bahwa tersangka sedang berzina pada saat ditangkap.

Oleh karena itu, pihaknya dalam melakukan proses hukum terhadap tersangka oknum Reje ini, hanya bisa mengacu kepada Qanun Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat.

Ads
"Masalah oknum Reje ini sudah kita selesaikan, disebabkan tidak adanya bukti dan saksi yang dapat menguatkan dugaan kepada tersangka berbuat zina, maka kita hanya bisa mengacu kepada Qanun yang telah ditetapkan. Di mana, tersangka tidak bisa dibuktikan berzina, namun dikenakan pasal berbuat mesum atau berduaan dengan yang bukam muhrim di tempat tersembunyi," ungkap Syahrial.

Lebih lanjut Syahrial menjelaskan, untuk pelanggaran jenis mesum ini, selain bedasarkan ketentuan Qanun, masyarakat setempat sendiri yang meminta agar cara penyelesaian seperti ini ditempuh.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Tengah, GoNews Group, Hukrim
www www