Home >  Berita >  Aceh Tengah

Berjudi, 5 Warga Aceh Tengah Dicambuk 60 Kali

Berjudi, 5 Warga Aceh Tengah Dicambuk 60 Kali
Algojo mencambuk salah seorang terpidana cambuk akibat berjudi di Takengon, Aceh Tengah, Selasa (26/7/2016). [Syamsul Roby]
Selasa, 26 Juli 2016 13:01 WIB
Penulis: Syamsul Bahri

TAKENGON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah memutuskan menjatuhkan hukuman cambuk kepada lima warga yang telah terbukti berbuat maisir atau berjudi. Cambuk ini berkangsung di halaman Gedung Olah Seni (GOS), Takengon, Selasa (25/07/17).

Kelima terpidana cambuk adalah, M Rasit (41), petani asal Kampung Reremal, Kecamatan Silih Nara, dan Sukardi (28), pedagang asal Kampung Bale Purnama, Kecamatan Permata.

Sementara tiga lainnya adalah warga Kampung Arul Kumer, Kecamatan Silih Nara. Mereka itu, Gunawan (32) berprofesi petani, Tawardi (42), dan Hamdan (43) berprofesi sopir.

Lima warga Kabupaten Aceh Tengah ini masing-masing dicambuk sama, yaitu 12 kali cambukan. Jumlah cambukan ini setelah dipotong masa tahanan masing-masing sebanyak dua kali.

Ads
Pantauan GoAceh, proses cambuk ini disaksikan oleh lima ratusaan masyarakat setempat termasuk anak-anak. Namun, pihak Dinas Syariat Islam dan pihak protokoler dari Kejari sebelumnya telah beberapa kali mengimbau anak-anak di bawah umur tidak menyaksikan proses cambuk ini, tapi masih banyak orang tua membawa anaknya ke lokasi ini.

Kepala Kejari Aceh Tengah A Jazuli ketika dimintai keterangan usai proses pelaksanaan eksekusi cambuk mengatakan, pihaknya hanya memproses berkas tersangka pelaku pelanggar syariat yang diajukan oleh pihak kepolisian dan Wilayatul Hisbah (WH).

Terkait penahanan tersangka, Jazuli menjelaskan diperlakukan sama dengan tersangka kasus lainnya, hanya saja untuk tersangka pelanggar syariat Islam, hanya diberi waktu selama tiga bulan untuk proses putusan hukumannya.

"Proses penahanan sama saja dengan tahanan tersangka kasus lainnya, tidak ada perbedaan, baik perlakuan maupun tempat. Namun, untuk tersangka kasus pelanggaran syariat Islam seperti ini, ada limit waktunya, yaitu tiga bulan. Dengan kata lain, dalam waktu tiga bulan berkas perkara sudah harus selesai," ungkap Jazuli.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Tengah, GoNews Group, Hukrim
www www