Home >  Berita >  Pidie

Ratusan Masyarakat Muara Tiga Datangi Kantor PT SCA

Ratusan Masyarakat Muara Tiga Datangi Kantor PT SCA
Sejumlah warga Gampong Cot Kecamatan Muara Tiga Pidie, Aceh datangi kantor PT SCA di Gampong Lhok Keutapang Pidie, Senin,(4/7/2016). [Amir Sagita]
Senin, 04 Juli 2016 23:17 WIB
Penulis: Amir Sagita
SIGLI - Ratusan warga Gampong Meunasah Cot, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, mendatangi kantor PT Samana Citra Agung (SCA), di Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Senin (4/7/2016). Mereka meminta dibatalkan rencana Keuchik dan PT SCA yang dinilai tidak transparan terhadap sengketa tanah adat desa yang akan dibangun pabrik semen.Mediator warga Gampong Cot Maddin menjelaskan, dalam permasalahan ini Keuchik Gampong Cot, Ishak Abdullah secara diam-diam mengajak 30 Kepala Keluarga (KK) untuk mengambil uang ganti rugi yang jumlahnya sebesar Rp1 juta per KK.

"Padahal dalam gampong tersebut ada 700 KK lainya yang menolak untuk kerjasama diabaikan, dan tidak dibawa ke kantor SCA," jelasnya.

Terlebih, lanjut dia, seluruh masyarakat Desa Cot telah setuju tidak menerima ganti rugi lahan tersebut. Namun Keuchik setempat bekerjasama dengan SCA untuk mencari jalan guna  memuluskan rencana tersebut.

Dikatakannya, sejak tahun 1996 PT SCA sudah memberikan konpensasi lahan warga Cot seluas 200 Hektare. Di mana masing-masing KK diberikan Rp135 ribu. Namun, persoalan baru muncul ketika ada perencanaan pembangunan pabrik semen di lokasi itu oleh PT Semen Indonesia, dan SCA mengklaim ada lahan seluas 5.580 hektare yang telah dibebaskan. Sementara pengakuan warga, 200 hektar saja diberikan ganti rugi.

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan masalah ini Dewan Perwakila Rakyat (DPR) Kabupaten Pidie dan Pemerintah Kabupaten. "Ini untuk memperjelas status lahan yang diklaim CSA milik mereka, yang sebelumnya merupakan tanah adat Gampong Cot," tutupnya. 

Hingga berita ini diturunkan, GoAceh belum dapat mengkonfirmasi Keuchik Gampong Cot, Ishak Abdullah.

Ads
Editor : Arif
Kategori : Pidie, GoNews Group, Umum
www www