Home >  Berita >  Ekonomi

Jika Harga Daging Tak Kunjung Turun, Bulog Sumbar Segera Datangkan Daging Impor Seharga 80 Ribu

Jika Harga Daging Tak Kunjung Turun, Bulog Sumbar Segera Datangkan Daging Impor Seharga 80 Ribu
Ilustrasi.
Minggu, 19 Juni 2016 10:05 WIB

PADANG -  Jika harga daging impor di Sumatera Barat tidak kunjung turun, daging impor beku dengan harga Rp 80 Ribu dipastikan didatangkan untuk menekan harga daging lokal supaya bergerak ke harga semula.

Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sumatera Barat, Benhur Ngkaimi mengatakan, daging beku yang diimpor dari Austrlia akan dijual ke Sumatera Barat melalui metode operasi pasar. 

Saat ini daging tersebut masih dalam pengiriman. Akan tetapi Benhur tidak memastikan berapa jumlah daging impor yang didatangkan.

“Kalau jumlah sesuai permintaan dari kita. Kita masih menunggu kapan pastinya datang,” ungkapnya akhir pekan kemaren.

Ads
Akan tetapi Benhur menjelaskan, sebelum daging beku sampai, Bulog melakukan operasi pasar menggunakan daging lokal yang telah dibeli dari peternak. Harga operasi pasar untuk daging lokal dibanderol Rp 90 Ribu- Rp 95 Ribu. Lokasi operasi pasar tidak menetap, yakni mengikuti kegiatan pasar murah yang digelar Satuan Kerja Perangkat Daerah di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ataupun Pemerintah Kota Padang.

“Kita operasi pasar mulai Rabu 15 Juni 2016, menjual daging lokal. Untuk daging impor kita sebenarnya masih menimbang, karena akan mempengaruhi ketahanan peternak lokal. Kalau harga tinggi mereka dapat untung, sebaliknya jika daging impor masuk mereka akan terpukul memperoleh untung yang sedikit,” terangnya.

Benhur menambahkan, sebenarnya harga daging sapi di Sumatera Barat yang saat ini mencapai Rp 120 Ribu masih dalam kategori wajar, karena terjangkau oleh masyarakat. Akan tetapi pemerintah Presiden Joko Widodo menginginkan harga di kisaran Rp 80 Ribu rupiah, sehingga metode operasi pasar dijalankan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengaku dilema dengan adanya impor. Akan tetapi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, pihaknya tetap akan mengikuti kebijakan operasi pasar daging impor. Sebagai langkah menjaga agar peternak tidak merugi, Irwan menegaskan, ketika daging impor masuk, seluruh kelompok peternak diimbau untuk tidak menjual sapinya hingga harga berhasil distabilkan oleh daging beku.

“Harga mahal peternak untung, tapi konsumen yang keberatan. Tapi kalau impor dalam jumlah besar masuk, harga jatuh, peternak yang rugi. Mereka susah payah melakukan penggemukan, ketika dijual hanya murah. Kalau daging impor banyak masuk, saya akan hubungi penduduk yang memiliki ternak sapi agar tidak menjualnya supaya harga stabil,” pungkasnya. (rilis)

Editor : Calva
Kategori : Ekonomi, GoNews Group
www www