Ikamapa-Bogor Gelar Meugang Akbar Aceh Serantau

Ikamapa-Bogor Gelar Meugang Akbar Aceh Serantau
Mahasiswa dan masyarakat Aceh serantau memasak daging meugang di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/6/2016).
Sabtu, 04 Juni 2016 23:38 WIB
Penulis: Kamal Usandi
BOGOR - Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Aceh - Bogor (Ikamapa-Bogor) menggelar Meugang akbar (tradisi makan daging sebelum di Asrama Leuser Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/6/2016).Tema yang diangkat kali ini “Dengan Tradisi Meugang Masyarakat Aceh Mari Kita Tingkatkan Silaturrahmi dan Ukhuwah Islamiyah dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan”.

Ketua panitia meugang akbar Ikamapa Maulidil Fajri dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat Aceh yang ada di Bogor.

Hadir pihak lainnya seperti Tim Bogor, Forum Pasca Mahasiswa Aceh-Jakarta, Forum Wacana IPB, Perwakilan Organisasi Mahasiswa Daerah, Himawipa, Apdesi, IMTR, dan anggota DPR RI asal Aceh, Zulfan Lidan, serta menyumbang seekor lembu.

Ads
Sementara Ketua Ikamapa-Bogor Zulfikar Mulieng dalam sambutannya mengatakan, Meugang akbar mahasiswa dan masyarakat Aceh di perantauan ini baru pertama kali dilakukan. Pihaknya berharap semoga tradisi meugang ini bisa terus dilanjutkan di masa mendatang.

“Kerinduan akan gampong halaman mendorong berbagai pihak untuk menyemarakkan penyambutan bulan Ramadhan. Tajak beurangkahoe jeut, mak meugang tetap woe u rumoh (Kemanapun kita pergi, hari megang kumpul bersama keluarga),” kata Zulfikar Mulieng.

Dalam kesempatan itu, peutuah ureng chit (nasehat orang tua) disampaikan Enny Rohainy mewakili masyarakat Aceh di Bogor yang juga merupakan isteri Rektor IPB. Beliau berpesan, baik-baiklah di negeri orang dan kebaikan bawalah pulang untuk membangun Aceh.

“Meugang sebagaimana tradisi yang tidak pernah dilewatkan rakyat Aceh merupakan agenda rutinan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Rasa kebersamaan dalam keluarga menjadi momen yang dirindukan mahasiswa di perantauan,” ujarnya.

Meugang yaitu tradisi mayarakat Aceh menyantap daging bersama keluarga dan berbagi dengan fakir miskin dan anak yatim. Tradisi ini dirayakan secara turun-temurun pada dua atau sehari menjelang masuknya bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta idul Adha.

Kategori : GoNews Group, Pendidikan
www www