Home >  Berita >  Langsa
Pembangunan Pasar Telan Biaya Miliaran Rupiah

Wali Kota Langsa: Harus Menjadi Pusat Ekonomi Masyarakat

Wali Kota Langsa: Harus Menjadi Pusat Ekonomi Masyarakat
Wali Kota Langsa resmikan pasar di Langsa Baro (Dedek)
Selasa, 31 Mei 2016 13:00 WIB
Penulis: Dedek

LANGSA - Pembangunan pasar tradisional di Gampong Gedubang Aceh, Kecamatan Langsa Baro, menelan biaya lebih dari Rp.5 miliar. Karenanya Pemerintah Kota Langsa berharap, pasar tersebut bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat.

“Kita berharap masyarakat bisa terus mengembangkan ekonominya dengan adanya pasar ini. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan. Selain itu aktivitas jual beli tidak lagi terfokus di pasar Langsa," sebut Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, saat meresmikan 50 unit kios di pasar tradisional Kecamatan Langsa Baro, Selasa (31/5/2016).

Ia juga menekankan agar semua pihak bisa bekerjasama untuk memajukan pasar ini. Khususnya kepada Kadis Koperindag dan UKM serta camat harus proaktif mencari peluang dan bekerjasama dengan sejumlah asosiasi pedagang.

“Kepada pelaku usaha serta masyarakat harus bisa bekerjasama menjaga lingkungan, sehingga pasar ini terlihat bersih dan rapi. Masyarakat harus merasa nyaman saat berbelanja di pasar tradisional ini,” katanya. 

Ads
Untuk tahun pertama, kata Toke Suum panggilan akrab Usman Abdullah, pasar ini digratiskan kepada pedagang. “Namun, setelah pasar ini maju dan berkembang, baru kita ambil retribusi untuk pendapatan daerah. Sekarang hanya listrik dan air yang mereka bayar sendiri," ungkapnya.

Editor : TAM
Kategori : Langsa, Ekonomi, Umum
www www