Home >  Berita >  Langsa

‎Pemerkosa Siswi di Banda Aceh Juga Harus Diberikan Hukuman Sosial

‎Pemerkosa Siswi di Banda Aceh Juga Harus Diberikan Hukuman Sosial
Ketua PHIA Marida Fitriani
Jum'at, 13 Mei 2016 10:29 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Kasus pemerkosaan terhadap sisiwi kelas 3 SMP di Banda Aceh oleh sekelompok geng motor terus menuai kecaman. Kali ini kecaman itu disampaikan oleh salah seorang aktivis perempuan di Kota Langsa.

Ketua LSM Pemberdayaan Hareukat Inong Aceh (PHIA), Marida Fitriani kepada GoAceh.co, Jumat (13/5/2016), mengatakan selain diberikan hukuman yang berat, kepada pelaku juga harus diberikan hukuman sosial, sehingga menjadi pelajaran dan efek jera bagi para pelaku.

Menurutnya, kejahatan sosial yang terjadi belakangan ini yaitu kasus pemerkosaan merupakan tindakan kriminal berwatak seksual dan ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, tanpa melihat status kita saat ini yakni apakah sebagai ibu, pimpinan sekolah, pejabat pemerintah dan lain-lain.

Karena, pemerkosaan bisa terjadi di mana saja baik di kantor, jalanan, kampus bahkan di rumah. Banyaknya kekerasan yang terjadi terhadap perempuan menunjukkan bahwa bukan hanya semata mata kejahatan pelaku, akan tetapi juga ada faktor lain yang juga harus mendapat perhatian serius.

Ads
Selain pemerintah untuk lebih serius dan bertanggung jawab terkait yang sudah terjadi dengan memproses secara hukum pelaku, kami juga meminta agar pemerintah beserta lintas sektor terkait untuk membuat sebuah gerakan revolusi akhlak yang dimulai dari rumah sebagai pilar utama.

Kata Fitriani, kehancuran moral generasi anak bangsa ini bukan hanya disebabkan anak-anak itu tdak berpendidikan atau tidak menguasai sains dan teknologi. Tapi, mereka justru berpendidikan, menguasai teknologi. "Saat ini lebih sibuk memperbaiki penampilan luar, dan lupa membenahi hal yang paling utama adalah hati dan jiwa," ujarnya. (ddk)

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Langsa, Hukrim
www www