Rumah Dinas Bupati Batang yang Tak Pernah Ditutup, Bahkan Anak-anak Bebas Main Bola di Halaman

Rumah Dinas Bupati Batang yang Tak Pernah Ditutup, Bahkan Anak-anak Bebas Main Bola di Halaman
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo saat bersiap-siap menuju stasiun Kereta Api, di belakang Rumah Dinasnya Jalan Diponegoro Batang. (GoNews Group/ Daniel)
Senin, 02 Mei 2016 18:21 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
BATANG, JATENG- Kabar Pintu gerbang rumah dinas Bupati Batang, Jawa Tengah Yoyok Riyo Sudibyo atau yang akrab disapa Yoyok, yang tak pernah ditutup, bukan hanya hisapan jempol belaka. Ketika GoNews Group berkesempatan berkunjung ke Rumah Dinas Yoyok, memang terlihat warga bebas keluar masuk ke kediaman sang Bupati Yoyok.

Rumah dengan halaman luas dengan gerbang yang terbuka. Bukan karena gerbangnya rusak, namun rumah tersebut memang sengaja membukanya 24 jam agar warga bisa bermain di sana.

Dari pengakuan Bupati Yoyok kepada GoNews Group, Senin (02/05/2016) sore, dirinya menceritakan, jika pintu gerbang rumah dinasnya selalu terbuka bagi warga sejak bulan Februari tahun 2012 dimana Yoyok dan wakilnya, Soetadi usai dilantik menjadi Bupati.

"Ya sejak saya sah menjadi bupati ya saya bukak gemboknya, saya ingin warga juga menikmati suasanannya, kedua saya bisa kapan saja berinteraksi dengan mereka," tutur Bupati yang selalu berpakaian seperti warga biasa, dan jarang berpakaian dinas itu.

Ads
Dibukanya pintu gerbang bagi umum juga tanpa sebab, bahkan menurutnya ada kisah tersendiri, dimana berawal saat Yoyok berpidato di alun-alun. Di atas panggung ia berorasi dan berjanji kepada warga Batang akan mencetak sejarah baru selama lima tahun pertama kepemimpinannya. Kala itu Yoyok memakai seragam kebesarannya namun tidak pakai topi pelantikan karena diambil seseorang ketika sedang berkerumun."Insya Allah 5 tahun ke depan sejarah baru akan terjadi di Batang," teriak Yoyok di atas mimbar saat itu.

Ia juga berjanji akan terbuka kepada rakyatnya dengan salah satu tindakan yaitu membuka rumah dinas 24 jam. Ia menegaskan pagar tersebut dibuka karena rumah dinas juga rumah rakyat untuk memecahkan masalah bersama."Mulai hari ini pagarnya tak buka, akan saya serahkan untuk rumah dinas rakyat. Tidak akan jadi lambang kekuasaan, jadi tempat memecahkan masalah seluruh warga," tegasnya sembari menunjuk rumah dinas.

Usai berorasi ia langsung berjalan menuju gerbang rumah dinas yang masih tertutup, kemudian menarik rantai yang masih digembok. Dibantu petugas keamanan dan warga yang menggoyangkan gerbang, akhirnya rantai terlepas dan pintu dibuka lebar.

Nah sejak saat itulah rumah dinas Bupati Batang tidak pernah lagi tertutup. Warga bebas bermain dan bersantai di sana. Ada dua ring basket portable, cakruk atau gubug bambu untuk santai, ada tanaman-tanaman hias termasuk bunga matahari, kemudian kandang dengan belasan kelinci. Maka tidak heran jika setiap sore halaman rumah  orang nomor satu di Batang itu ramai anak-anak.

"Ya seperti ini, kadang ada yang latihan bola, ada yang duduk-duduk bersantai juga," kata ungkap yoyok yang hanya memakai baju kaos warna hijau dengan setelan celana jeans.

Sore ini tidak banyak yang bisa ia ceritakan, dirinya pun berjanji akan cerita lebih banyak kepada GoNews Group. "Iya saya kebetulan buru-buru hari ini mau mengejar kereta api, saya mau ada acara di Jakarta. Nanti kalau tuhan masih mempertemukan kita, saya ceritakan semuanya deh," ujar Yoyok yang langsung menuju mobil Innova warna hitam dengan plat G 7113 ZA.

Ketika ditanya kenapa tidak memakai mobil dinas? Yoyok menjawab sambil tersenyum. "Kan cuma mau ke stasiun kreta aja," jawabnya.

Dari pantauan GoNews Group, halaman rumahnya bukan hanya menjadi lapangan bermain, bahkan juga dijadikan kumpul para musisi jalanan. (***)
Kategori : Pemerintahan
www www