Home >  Berita >  Aceh

RS USU: Katarak Penyebab Kebutaan Nomor 1 di Indonesia

RS USU: Katarak Penyebab Kebutaan Nomor 1 di Indonesia
Rumah Sakit USU. (usu.ac.id)
Selasa, 26 April 2016 13:01 WIB
Penulis: Mustafa Kamal Utsman
MEDAN - Katarak, merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia, padahal kebutaan akibat penyakit katarak adalah kebutaan yang masih dapat disembuhkan.Demikian antara lain disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Prof dr Chairul Yoel SpA (K) melalui Ketua Panitia Pelaksana kegiatan operasi katarak gratis RS USU dr Azwan H Lubis SpA MKes dan Humas Muhammad Zeinizen SSos MSP, Selasa (26/4/2016).

Menurut survey sambungnya, indra penglihatan yang dilakukan Departernen Kesehatan RI tahun 1996-1997 angka prevalensi penderita katarak sebesar 1,5 persen. Sedangkan jumlah operasi yang masih terbatas, mengakibatkan masih banyaknya penderita katarak yang belum dapat tertangani, sehingga mengakibatkan bertambahnya angka kebutaan akibat penyakit katarak (cataract backlog).

Hingga saat ini prevalensi kebutaan di Indonesia merupakan tertinggi di Asia Tenggara, yaitu 1,5 persen, dengan 52 persen dari jumlah itu (0,78%) disebabkan oleh katarak. Dalam kaitan dengan kelompok usia, prevalensi kebutaan katarak ditemukan semakin tinggi seiring bertambahnya umur, yaitu 2011000 pada kelompok usia 45-59 tahun, dan tertinggi (5011000) pada kelompok usia di atas 60 tahun.

Ads
Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 melaporkan, pada 2025, jumlah penduduk kelompok usia di atas 55 tahun diperkirakan akan meningkat menjadi 61 juta. Dengan adanya kasus-kasus lama yang belum tertangani akibat rendahnya tingkat operasi katarak di Indonesia dan ditambah peningkatan kasus baru sebanyak 0,l persen (240.000 kasus baru) setiap tahun, maka akan terus terjadi penumpukan kasus katarak.

Penderita katarak yang tidak mampu, sering tidak mendapatkan pelayanan operasi katarak dan untuk menangani hal itu, maka RS USU, ungkap Azwan Lubis, menggelar acara operasi katarak gratis yang nantinya bertujuan mengurangi angka kebutaan, akibat penyakit katarak.

Target pasien, masyarakat kurang mampu yang ditunjukkan melalui surat keterangan resmi dari kelurahan atau kecamatan. Sementara rencana kegiatan akan digelar, Sabtu 30 Arpil 2016 di Poli Mata RS USU, Jalan dr Mansur No 66 Medan dengan target jumlah pasien operasi 100 mata. Kemudian kontrol paska operasi, Minggu 1 Mei 2016, dan Jumat 6 Mei 20l6.

Kegiatan itu didukung Rektor USU Prof Dr Runtung SH dengan penanggung jawab kegiatan dr Nazaruddin Umar SpAn KNA, Kordinator Tim Operasi dr Selly Ameila SpM dan dr Bobby Ramses Sitepu SpM. (mku/rel)

www www