Berpakaian Ketat, 26 Wanita Diamankan ke Kantor Dinas Syariat Islam Langsa

Berpakaian Ketat, 26 Wanita Diamankan ke Kantor Dinas Syariat Islam Langsa
Ilustrasi
Sabtu, 23 April 2016 11:41 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Sebanyak 26 wanita dibawa menggunakan mobil patroli Wilayatul Hisbah (WH) ke Kantor Dinas Syariat Islam untuk dilakukan pembinaan, karena melanggar Qanun Syariat Islam dengan memakai pakaian ketat.Mereka terjaring dalam sebuah razia busana islami yang digelar oleh Dinas Syariat Islam bersama polisi Wilayatul Hisbah dan di back up oleh pihak kepolisian Polsek Langsa Timur, Jumat (22/4/2016), di Jalan Medan Banda Aceh tepatnya didepan Masjid Baroh Langsa Lama," kata Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada GoAceh.co, Sabtu (23/4/2016).

Dijelaskannya, ke 26 wanita yang terjaring razia itu tidak lagi dilakukan pembinaan di tempat (jalan-red), tapi kita lakukan pembinaan di kantor, hal ini untuk membuat efek jera kepada mereka dan keluarganya." Sebelum keluarga mereka datang ke kantor, maka mereka akan tetap kita tahan, ini agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya," ujarnya.

Kemudian, setelah datang pihak suami, orang tua atau keluarga serta membawa rok maka baru kita lepaskan, setelah sebelumnya mereka terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan diatas kertas bermaterai tidak mengulangi lagi perbuatannya, yakni jika keluar rumah, mereka wajib berpakaian islami dengan menggunakan jilbab, pakaian yang longgar (tidak ketat) sehingga tidak menampakkan lekuk tubuhnya.

Ads
Sementara itu, dari 26 wanita yang terjaring razia itu, 12 orang masyarakat biasa dan ibu rumah tangga dan 14 orang lainnya berstatus mahasiswa. Dimana, mereka melanggar Qanun Nomor 11 tahun 2002, tentang Busana Islami.

Kata Ibrahim, dengan kita bawa dan di tahan di kantor Dinas Syariat Islam sejenak dan kita panggil pihak keluarga, mereka akan berubah, merasa malu dan efek jera serta tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu, pihaknya juga berharap kepad suami, orang tua agar dapat menjaga istri dan anak-anak perempuannya ketika keluar rumah dipastikan memakai pakaian islami.

"Istri siapa saja dan anak perempuan siapapun, apabila kita dapati diluar rumah memakai celana ketat dan tidak menggunakan jilbab, maka pasti akan kita tangkap," pungkas Ibrahim. (ddk)

Editor : Mustafa Kamal Usandi
Kategori : Pemerintahan, Langsa
www www