‎Adzan Magrib Masih Berjualan, WH Langsa Akan Tutup Paksa Pedagang

‎Adzan Magrib Masih Berjualan, WH Langsa Akan Tutup Paksa Pedagang
Kadis SI Langsa Ibrahim Abdul Latif (Net)
Sabtu, 16 April 2016 14:00 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Menjelang shalat magrib bahkan saat adzan magrib berkumandang, sejumlah pedagang sembako maupun kuliner seperti rumah makan, restoran, warung kopi, di Kota Langsa masih melakukan aktivitasnya. Terkait itu, petugas Wilayatul Hisbah (WH) akan mengambil sikap dengan menutup paksa usaha-usaha tersebut.Sampai saat ini masih banyak pedagang yang membandel dengan tidak menghentikan aktivitasnya menjelang magrib. "Ini negeri syariat, mari kita jalankan syariat secara kaffah dan Jangan kita memperolok-olok syariat," tegas Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada wartawan, Sabtu, (16/4/2016).

Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya telah membuat himbauan secara tertulis, dan juga memperingatkan secara langsung kepada para pedagang agar di saat menjelang shalat magrib dapat menghentikan aktivitasnya atau menutup sementara tempat usahanya. Lalu, usai shalat magrib dapat dibuka kembali.

"Namun, imbauan ini tidak digubris dan hanya sebagian dari pengusaha-pengusaha itu saja yang sudah memenuhi himbauan kita. Tapi, masih banyak yang bandel, dimana saat adzan magrib sudah dikumandangkan, mereka masih saja berjualan. Ini kan sangat keterlaluan," ujar Ibrahim Latif.

Ads
Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan-kawasan yang masih berjualan menjelang magrib baik restoran, rumah makan, cafe, warung kopi, toko-toko sembako adalah di kawasan Jalan Ahmad Yani sekitar SPBU Galon Harapan, sekitar depan Masjid Asrama Hanura, Simpang Kebun Baru dekat Stadion Langsa, Simpang Perumnas Paya Bujok Seleumak, Simpang Comodore Birem Puntong, kawasan Terminal Terpadu, kawasan Terminal Lama, Simpang Remi Matang Selimeng, dan di beberapa kawasan lain.

Kata Ibrahim, atas kondisi ini, pihaknya berjanji dan mengharap dukungan dari semua pihak. Karena, petugas WH tidak dapat menjalankan tugas secara optimal bila tidak didukung oleh pihak-pihak lain dan masyarakat. Penegakan syariat Islam bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Syariat Islam dan WH saja, tetapi adalah tanggung kita semua.

"Apapun jabatan dan profesi kita adalah terbeban tanggung jawab di pundak kita dalam menegakkan syariat Islam di muka bumi ini," pungkasnya. (ddk)

Editor : Mustafa Kamal Usandi
Kategori : GoNews Group, Pemerintahan, Langsa
www www