Home >  Berita >  Pendidikan

Jangan Larut dalam Teknologi, Ilmu Agama Jauh Lebih Penting

Jangan Larut dalam Teknologi, Ilmu Agama Jauh Lebih Penting
Ilustrasi
Sabtu, 09 April 2016 13:47 WIB
Penulis: Alfahd Radi Fahlefi
ACEH SELATAN - Pembinaan mental, moral dan ilmu agama lebih strategis ditempa kepada anak sejak usia dini. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, anak perlu dibakali pendidikan agama sehingga tidak ada generasi muda yang tidak pandai mengaji.Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Drs Martunis di hadapan seribuan warga saat membuka festival gebyar anak usia dini, sehat, cerdas dan ceria tingkat PAUD dan TK di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Meukek, Sabtu (9/4/2016) di Gampong Meuligo Sawang.

“Jangan sampai larut dalam teknologi modern, nyanyi dan tari. Ilmu agama, sopan santun lebih penting diajarkan kepada anak-anak walaupun sambil bermain-main. Sikap dan perlakukan sehari-hari di rumah dan lingkungan sangat mudah diadopsi anak-anak, termasuk ibadah yang kita lakukan. Upayakan semaksimal mungkin, generasi Aceh Selatan jangan ada yang tidak bisa mengaji Alquran,” paparnya.

Disebutkan, festival gebyar seni anak usia dini yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah baik dalam membangkitkan semangat belajar dan silaturrahmi antara anak-anak, para orangtua dan guru. Momentum ini bisa memupuk kesadaran, rasa kesetiaan dan daya saing belajar sambil berekreasi hingga mereka tumbuh dewasa, sehat, cerdas dan ceria.

Ads
Kepala UPTD Meukek, Faisal, S.Pd kepada GoAceh.co menyebutkan, perlombaan ini setiap tahun dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak TK lebih cerdas, berani dan tampil lebih baik ketika masuk Sekolah Dasar (SD). “Di sektor keagamaan kita perlombakan azan dan doa setelah azan serta membaca ayat-ayat pendek. Sedang olahraga dipertandingkan lari sendok membawa jeruk. Khusus adat budaya peragaan tari rekreasi baru Aceh”

Menurut Ketua pantia pelaksana Lily Suryani, S.Pd, festival gebyar anak usia dini tingkat TK yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 9-10 April 2016 diikuti 568 peserta dari 39 sekolah yang menyebar di UPTD Meukek, meliputi Kecamatan Sawang, Meukek, Labuhanhaji Timur, Labuhanhaji dan Labuhanhaji Barat.

“Panitia menyiapkan tropy dan bonus berupa buku bagi anak-anak yang berhasil meraih juara. Seharusnya ajang ini dikuti oleh 43 sekolah. Namun karena tahun ini (2016-red) belum melibatkan anak didik PAUD maka sembilan sekolah tidak diikut sertakan,” ulas Lily Suryani. (rad).

Editor : Mustafa Kamal Usandi
Kategori : Pendidikan, GoNews Group, Aceh Selatan
www www