Wakili Kota Padang, Banjir Tak Surutkan Tekad Dasawisma Melati Lima untuk Juara

Wakili Kota Padang, Banjir Tak Surutkan Tekad Dasawisma Melati Lima untuk Juara
Wako Padang H. Mahyeldi foto bersama tim penilai dasa wisma dari Provinsi Sumbar. (Humas)
Sabtu, 02 April 2016 05:33 WIB

PADANG - Dasawisma Melati Lima, Kompleks Permata Biru, Blok B Singgalang, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Padang, akhirnya dinilai tim lomba dasawisma tingkat Sumatera Barat, Jumat (1/4/2016). Sejatinya, dasawisma tersebut dinilai pada 22 Maret lalu, namun karena bencana banjir besar saat itu, akhirnya penilaian urung dilaksanakan.

Hajat itu baru kesampaian Jumat kemarin. Penilaian itu dihadiri Ketua TP PKK Sumbar, Ny Nevi Irwan Prayitno. Dirinya datang bersama Ketua TP PKK Kota Padang, Ny Harneli Mahyeldi. Juga tampak hadir Sekretaris Daerah Kota Depok Harry Prihanto.

Ny Nevi Irwan Prayitno mengapresiasi semangat pengurus dasawisma Melati Lima. Meski baru saja dilanda banjir, tetapi semangat untuk juara tidak pernah surut. "Di sini, meski baru saja dilanda banjir, tetapi 'show must go on', hidup terus berlanjut," ujar Nevi.

Dikatakan Nevi, sebanyak 12 daerah masuk dalam radar penilaian dasawisma. Namun, Nelvi mengakui bahwa hingga kini baru empat daerah yang dikunjungi, termasuk dasawisma Melati Lima. "Ini merupakan dasawisma keempat yang dikunjungi, semoga dengan musibah banjir yang terjadi di sini membuat kita sabar, tawakal dan menjadi rahmat," sebutnya

Ads
Pada kesempatan itu, Nevi juga menyebut bahwa dasawisma menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari PKK. Dasawisma merupakan miniatur PKK yang direalisasikan dalam kelompok organisasi yang terdiri dari 10 sampai 20 kepala keluarga dalam satu wilayah RT yang diketuai seorang ketua.

“Lomba dasawisma ini sebagai motivasi gerak dan penyemangat dalam mengelola berbagai kegiatan di dalamnya. Karena, tujuan kelompok dasawisma memiliki banyak manfaat di berbagai macam sektor, baik di bidang pemerintahan maupun bidang pembangunan. Peran dasawisma sebagai unit terkecil PKK diharapkan dapat menggugah masyarakat agar termotivasi untuk selalu dinamis dan mau mengubah keadaan kepada yang lebih maju lagi,” katanya.

Sementara Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo melihat bahwa di dasawisma Melati Lima tidak seperti selesai diterjang banjir. Bahkan daerah tersebut terlihat bersih.

"Banjir saja bisa dibersihkan, apalagi untuk jadi juara satu," kata Mahyeldi disambut tepukan riuh dari seluruh undangan di tanah lapang kompleks perumahan tersebut.
Bersihnya daerah tersebut pascabanjir cukup direspon Walikota Padang. Menurut Mahyeldi, ini menjadi bukti konkrit kebersamaan yang terjalin di daerah tersebut.

"Kekompakkan tak terbantahkan di sini," sebutnya.
Walikota menekankan nilai selaras telah tertanam di daerah tersebut. Bahkan telah menjadi simpul kekuatan, seperti Majelis Taklim, olahraga, posyandu, arisan dan lainnya.

"Semua kegiatan itu juga diisi dengan gotongroyong dan mengarah kepada kekompakan," ujarnya.

Menurut walikota, hal ini terjadi salah satunya berkat dukungan banyak pihak. Termasuk dukungan dari TP PKK Kota Padang, kecamatan serta SKPD terkait. "Jika hari ini kita bedah isi hati masing-masing peserta, seluruhnya pasti ingin jadi yang terbaik di Sumatera Barat," tutur Mahyeldi.

Ketua TP PKK Kota Padang, Ny Harneli Mahyeldi menyambut baik kedatangan tim penilai ke dasawisma Melati Lima. Menurutnya, meski menjadi korban banjir, dasawisma Melati Lima mampu bangkit dan berharap menjadi yang terbaik. (Charlie/Mursalim)

Editor : Calva
Kategori : GoNews Group, Umum
www www