Home >  Berita >  Aceh Besar

Helikopter akan Dioperasikan untuk Pembersihan Ladang Ganja Seluruh Aceh

Helikopter akan Dioperasikan untuk Pembersihan Ladang Ganja Seluruh Aceh
Kapolri Badrodin Hati turun dari helikopter saat pemusnahan ladang ganja di Aceh Besar, Jumat (1/4/2016)
Sabtu, 02 April 2016 12:17 WIB
Penulis: Rachmad Ramadhani
ACEH BESAR - Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti merencanakan akan meninggalkan secara permanen helikopter operasi ganja kemarin di Polda Aceh. Hal itu dilakukan untuk memudahkan operasi ladang ganja di lokasi sukar ditempuh melalui jalan darat.

Menurut Anggota Komis III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, asal Aceh, M Nasir Djamil mengatakan, terkait pemberian helikopter sementara yang diberikan Kapolri kepada Polda Aceh untuk memantau lokasi pegunungan Aceh yang sering digunakan menjadi lahan ganja, hal tersebut akan segera menjadi permanen.

"Pak Kapolri tadi bilang helikopter itu akan tinggal di Aceh untuk sementara, nanti kami dari Komisi III DPR RI dalam rapat resmi dengan Polri akan mendorong Kapolri untuk memberikan status helikopter tersebut secara permanen," jelasnya.

Nasir Usulkan Jadi Agrowisata

Ads
Sementara pasca pemusnahan ladang ganja, M Nasir Djamil mengusulkan lahan ganja yang dimusnahkan tim Polda Aceh sebaiknya dimanfaatkan untuk dijadikan sebuah tempat agrowisata.

Menurutnya, lahan yang luas dengan tingkat kesuburan tanah sangat bagus seharusnya dimanfaatkan masyarakat setempat dengan mengubah ke arah yang positif.

"Sebaiknya bekas lahan yang ditanam ganja dijadikan sebagai tempat agrowisata sehingga ada tanaman-tanaman hortikultura, palawija. Lebih bagus lagi jika pohon anggur, stroberi kalau bisa tumbuh di sini dan dapat menarik wisatawan untuk traveling ke sini," kata Nasir Djamil usai pemusnahan ganja di Desa Lambada, Aceh Besar, kemarin.

Poltisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menceritakan pada tahun 2012 sebuah yayasan yang bergerak di bidang pertanian milik mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf pernah bekerjasama dengan pemerintahan Thailand untuk membuat sebuah tempat agrowisata di Aceh.

"Setahu saya program itu hanya setahun berjalan, kerja sama antara pemerintah Aceh dan Thailand saat itu tidak terintegrasi dengan baik makanya terhenti, saya menginginkan ada sebuah langkah terpadu untuk menangani lahan-lahan bekas yang ditanami ganja menjadi sebuah bisnis dan tempat wisata," tuturnya. (rhd)

Editor : Mustafa Kamal Usandi
Kategori : Aceh Besar, Aceh, GoNews Group
www www