Home >  Berita >  Langsa

Ditangkap Dalam Keadaan Bugil, Dua Orang Pelajar Di Gelandang Ke Kantor Syariat Islam Langsa

Ditangkap Dalam Keadaan Bugil, Dua Orang Pelajar Di Gelandang Ke Kantor Syariat Islam Langsa
Ilustrasi
Sabtu, 02 April 2016 15:28 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA- Dua orang berstatus pelajar ditangkap Polisi Wilayatul Hisbah karena kedapatan berbuat tindak asusila di salah satu penyedia jasa bermain Play Station di Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kota Langsa, Aceh, Jumat (01/04/2016) sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat ditangkap, keduanya bahkan dalam keadaan tidak memakai pakaian alias bugil. Dua pelajar ini ditengarai berinisial FR (19), dan pasangan perempuannya berinisial, MA (19).

FR merupakan warga Kecamatan Langsa Barat, tercatat sebagai siswa kelas III di salah satu SMA swasta di Langsa. Sedangkan temannya MA merupakan warga Birem Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, tercatat sebagai siswi di salah satu SMK negeri di Langsa, keduanya terpaksa digelandang ke Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa guna mempertanggung jawabkan perbuatanya dan dilakukan proses lebih lanjut.

"Saat ditangkap oleh Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan petugas Dinas Syariat Islam Kota Langsa bersama masyarakat KM 5 gampong setempat, kedua insan berbeda jenis itu dalam keadaan bugil," kata, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs. H. Ibrahim Latif, MM, kepada wartawan, Sabtu (2/4/2016).

Ads
Dijelaskannya, kedua siswa tak bermoral ini ditangkap di tempat permainan Play Station (PS) milik saudara Armansyah (45) warga setempat. Adapun kronologisnya kata Ibrahim, usai bermain PS, keduanya terlihat naik ke lantai dua.

Di lantai dua itu memang sudah ada kamar khusus yang disediakan oleh pemilik ruko melalui anaknya bernama Suryadi yang tak lain merupakan teman akrab dari FR.

"Di kamar itulah mereka melakukan mesum ria, kejadian tersebut berulang kali sehingga ditangkap warga tadi malam dalam keadaan bugil," ungkap Ibrahim latif.

Dari pengakuan mereka kepada petugas, mereka sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istiri di tempat tersebut, dan juga di tempat-tempat lainnya.

Lanjutnya, dua orang pelaku mesum beserta dua orang penampung penyedia tempat tersebut, terpaksa diamankan ke Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa. "Hari ini (Sabtu-red) telah kita serahkan ke penyidik Polres Langsa untuk diproses hukum cambuk," tukas Ibrahim lagi.

Ibrahim juga menjelaskan, sebelumnya Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan petugas Dinas Syariat Islam Kota Langsa juga telah menangkap pelaku mesum di Gampong Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat, yaitu RM (17) warga Kecamatan Langsa Barat juga pelajar salah satu SMA di Kota Langsa, pasangannya bernama EY (15) warga Kecamatan Langsa Lama.

"Mereka berdua di tangkap di rumah si laki-laki, ketika ditangkap mereka sedang berdua-duan dan melakakukan perbuatan Ikhtilat yaitu melakukan pelukan, berciuman dan bermesraan," ujarnya.

Namun menurutnya, karena masih di bawah umur, kemudian dilakukan pembinaan, dan setelah dibuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar syariat Islam, kemudian pelaku diserahkan kepada keluarga masing-masing dan pihak petua gampong masing-masing untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Sementara, untuk kedua oknum pelajar yang ditangkap dalam keadaan bugil itu, mereka telah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, pasal 33 ayat 1 Tentang Zina, maka keduanya akan diancam dengan hukuman hudud, yaitu dicambuk 100 kali cambuk di depan umum.

Sementara, Armansyah dan anaknya Suryadi selaku penyedia fasitas juga telah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014, pasal 33 ayat 3, mereka diancam dengan hukuman takzir 8O kali cambuk di depan umum, atau denda 800 gram emas murni atau masuk penjara 80 bulan dan izin usahanya dicabut.

Pada kesempatan itu, dirinya mengharapkan kepada pihak orang tua, sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Langsa supaya lebih peduli terhadap peserta didik. Karena selama ini, yang lebih banyak kita tangkap adalah para pelajar, mahasiswa, semuanya dalam kasus khalwat mesum, ikhtilat dan zina.

"Ini harus menjadi perhatian serius dari pihak orang tua, sekolah dan Dinas Pendidikan," pungkas Ibrahim. (ddk)
Kategori : Langsa, Aceh, GoNews Group
www www