Home >  Berita >  Lhokseumawe

PDPM Nilai MPU dan Pemko Lhokseumawe Tutup Mata dalam Penegakan Syariat Islam

Kamis, 31 Maret 2016 15:08 WIB
Penulis: Zanzibar Zainuddin
pdpm-nilai-mpu-dan-pemko-lhokseumawe-tutup-mata-dalam-penegakan-syariat-islam Ilustrasi
LHOKSEUMAWE - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Lhokseumawe menilai Majelis Permusyawaraatan Ulama (MPU) dan Pemko Lhokseumawe menutup mata terhadap penegakan syariat Islam. Hal itu terlihat semakin maraknya maksiat di bekas kota petro dolar itu. Pernyataan itu diungkap oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Lhokseumawe, Abdul Ghani Hatamy kepada GoAceh.co, Kamis (31/3/2016)."Kemaksiatan yang kian hari semakin merajalela di Kota Lhokseumawe, MPU seakan menutup mata dan hanya diam saja melihat keadaan ini, tidak ada dobrakan-dobrakan untuk menghentikan kemaksiatan yang sudah sangat memprihatinkan," ujar Abdul Ghani Haitamy SH, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Lhokseumawe.

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Instansi terkait juga diharapkan harus sering melakukan razia pada malam hari dan harus proaktif dalam meminimalisir terjadinya kemaksiatan di daerah yang dipimpinnya.

"Pemerintah melalui Instansi terkait juga diharapkan bisa lebih sering melakukan razia di tempat-tempat yang diindikasi terjadinya kemaksiatan dan harus proaktif dalam memberantasnya, sehingga dapat meminimalisir kemaksiatan di Kota Lhokseumawe seperti di waduk, terminal baru dan juga KP3. Hal ini harus dilakukan karena kemaksiatan yang sudah sangat merajalela seperti perempuan di malam hari berdua duaan di tempat gelap hingga larut malam dan lalu lalang di jalan tanpa jilbab dan tidak malu, ada juga yang berpelukan bebas," lanjutnya.

Ads
Pemuda Muhammadiyah Lhokseumawe juga berharap kepada Pemerintah agar mereka yang melakukan kemaksiatan ditangkap dan dibina dan apabila hal itu terjadi lagi mereka tidak diperbolehkan masuk lagi ke Kota Lhokseumawe.

"Kami berharap Kota Lhokseumawe juga agar menangkap mereka yang melakukan kemaksiatan dan dibina, akan tetapi kalau mereka mengulangi nya lgi, mereka tidak akan diperbolehkan masuk ke Kota Lhokseumawe lagi," tutupnya. (zbr)

www www