Home > Berita > Umum

Dua Situs Tsunami Aceh Ini, Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara

Dua Situs Tsunami Aceh Ini, Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara
Kapal nelayan di atas atap rumah warga Lampulo, Banda Aceh, salah satu situs tsunami paling ramai dikunjungi.
Kamis, 31 Maret 2016 11:34 WIB
Penulis: Ricky Sabil

BANDA ACEH - Kedatangan para wisatawan mancanegara ini untuk melihat langsung peninggalan kejadian tsunami dahsyat yang pernah menerjan Aceh. Mereka biasanya berfoto-foto di situs tsunami itu sambil menikmati panorama pesisir laut Kota Banda Aceh. 

Aceh memang tidak bisa lepas dari kisah tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 silam. Meski bencana dasyat itu sudah berlalu, namun masyarakat dunia tidak pernah melupakan bencana mahadahsyat itu.

Bukti kedahsyatan tsunami itu bisa disaksikan para wisatawan pada dua peninggalan kejadian tersebut, yaitu kapal PLTD Apung 1 di Gampong Punge Blang Cut, dan kapal nelayan di atap rumah di Lampulo Kota Banda Aceh.

Kedua lokasi ini oleh Pemerintah Aceh memang telah dijadikan sebagai objek bersejarah dan kini paling ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ads
Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD Apung) ini awalnya bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Setelah dihantam tsunami, kapal milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terseret sejauh 5 kilometer dan terdampar di tengah permukiman warga Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Meuraksa, Kota Banda Aceh.

Kapal bobot 2.600 ton, panjang 63 meter dan lebar 19 meter ini, dulunya mampu menyalurkan listrik sebesar 10 MW. Sebelum didatangkan ke Aceh, kapal ini pernah bertugas di Pontianak (1997), Bali (1999), dan kembali ke Pontianak (2001). Kapal PLTD ini didatangkan Aceh atas permintaan Abdullah Puteh, Gubernur Aceh saat itu, untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi pada 2003.

Huzaimah, seorang wisatawan asal Malaysia mengatakan, kedatangannya ke Aceh sengaja ingin melihat langsung lokasi peninggalan tsunami. Ia mengaku penasaran ingin melihat langsung bekas kejadian tersebut.

Selain kapal PLTD Apung, Huzaimah bersama rombongan juga datang ke lokasi kapal nelayan yang tersangkut di atas apat rumah Misbah, warga Gampong Lumpulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Syaifun Yusri, pemandu wisata sukarela Lampulo Banda Aceh menjelaskan, para wisatawan yang ramai berkunjung ke Aceh saat ini mayoritas dari Malaysia. Biasanya mereka datang rombongan keluarga, seperti saat liburan sekolah.
"Selain itu juga ada dari negara lain seperti dari Amerika, Australia, Jerman, Italia, dan Arab," kata Syaifun kepada Goaceh.co di Lampulo, Banda Aceh.***

wwwwww