Home >  Berita >  Umum

Dari Puncak Lageun, Aceh Jaya, Bisa Lihat Lumba-lumba Berkejaran di Laut Lepas

Dari Puncak Lageun, Aceh Jaya, Bisa Lihat Lumba-lumba Berkejaran di Laut Lepas
View yang bisa dinikmati dari atas Puncak Lageun, Aceh Jaya.(foto: AcehNews.Net/Nita Juniarti)
Minggu, 20 Maret 2016 13:11 WIB

ACEH JAYA yang beribukota Calang merupakan wilayah terparah ketika tsunami 2004 silam. Saat ini, Aceh Jaya mulai membuka diri sebagai daerah kunjungan wisata. Sehingga tak sedikit wisatawan berkunjung ke objek wisata di sana, meski sektor wisatanya masih belum lengkap sarana dan prasarana, seperti listik yang stabil untuk membangun kabupaten ini menuju daerah wisata.

Sepanjang jalan menuju Aceh Jaya dari Kota Banda Aceh, maupun Kabupaten Aceh Barat, terlihat hamparan laut biru yang dipagari cemara laut. Terdapat juga objek wisata favorit wisatawan lokal, yaitu Puncak Lageun dengan pulau yang dikelilingi selimutan laut biru, ombak berkejar-kejaran menepi di atas batu-batu karang yang mulai rapuh oleh hempasan gelombang.

Untuk sampai ke Puncak Lageun, dari Kota Banda Aceh melalui jalan darat sekitar 4 jam perjalanan, sedangkan dari Kota Calang sekira 15 menit. Letaknya tidak begitu jauh dari jalan besar dan bisa terlihat dengan jelas.

Sesampai di lokasi, Anda akan melihat pantai dengan pasir putih dan batu itam bertebaran. Landscape nan indah memanjakan mata untuk menikmati pemadangan dari atas gubuk kecil. Beberapa tempat duduk di tempat ini khusus dibuat di atas batu karang besar, sehingga Anda bisa leluasa melihat laut lepas. Itulah namanya Puncak Lageun yang terletak di Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.

Ads
Selain itu, biasanya wisatawan lokal yang melancong ke Puncak Lageun, bisa menikmati pemandangan alam dengan hembusan angin sepoi-sepoi membantu mata untuk tidur. Jika datang pagi sampai kisaran jam 10.00 WIB dan jika Anda beruntung jangan kaget jika melihat lumba-lumba yang berenang berkejar-kejaran dalam jumlah yang besar di Pucak Legeun.

Dari atas puncak ini terlihat sebuah pulau yang menurut masyarakat setempat, pulau yang terlihat adalah pulau yang tidak berpenghuni. Jika Anda ingin menjelajah lebih dekat pulau tersebut, Anda dianjurkan bisa mencari guide setempat yang pernah ke pulau tak bertuan tersebut. Sehingga Anda bisa menikmati keindahan pulau tak bertuan tersebut.

Kembali ke cerita pondok persingahan di Puncak Lageun, Anda bisa menikmati air kelapa muda di tempat objek wisata yang masih natural ini dengan membayar kocek sebesar Rp6.000/buah. Sedangkan mie goreng/rebus harganya bisa dijangkau yaitu di bawah Rp10 ribu/prsi. Begitu juga dengan keripik dan makanan ringan lainnya juga terbilang murah. (ann/nita juniarti)

Sumber : acehnews.net
Kategori : Umum, GoNews Group, Aceh Jaya
www www