Home > Berita > Umum

Tahun Ini, Wisata Halal Aceh Mulai Dijual ke Timur Tengah

Tahun Ini, Wisata Halal Aceh Mulai Dijual ke Timur Tengah
Tari Saman Aceh
Sabtu, 05 Maret 2016 13:00 WIB

JAKARTA - Setelah Lombok, kini wisata halal Provinsi Aceh Nanggroe Darussalam (NAD) diproyeksikan untuk pasar Timur Tengah. Daya beli dan kebiasaan belanja wisatawan asal jazirah Arab tergolong besar, bahkan terbesar di antara wisatawan di seluruh dunia. 

“Halal tourism itu ada pasarnya, dan sangat besar sekali. Hampir sama dengan jumlah outbond China 100 juta orang setiap tahunnya. Arab Saudi itu bisa 1.750 dolar per kunjungan. Uni Arab Emirat rata-rata 1.500 dolar AS per visit. Dibandingkan wisatawan dari Eropa dan Asia, mereka lebih royal,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, di Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi menambahkan, pihaknya konsisten mengedepankan wisata halal bagi wisawatan sesuai instruksi Menpar Arief Yahya.

"Kami akan gelar Aceh International Rapai Festival pada September 2016, mendatang. Rangkaian acara show music yang bernuansa muslim juga," ujar Reza, Jumat (4/2/2016). Reza pun akan berkoordinasi dengan semua seniman di Tanah Air dengan berbagai jaringannya. Rapai merupakan alat musik khas Aceh seperti gendang.

Ads
Banyak masyarakat Islam di Aceh menggunakan alat musik ini dalam berbagai kegiatan Islami. "Jadi semacam rebana, tapi ini ternyata bisa mendunia juga. Sudah konfirmasi sekitar 15 negara akan confirm ikut di acara kami nanti itu," ujar Reza.

Cara mengundang para kontestan tersebut, Reza mengoptimalkan berbagai jaringan komunitas gendang, drum, rebana, dan alat tabuh apapun yang mirip dengan fungsi dan cara kerja Rapai.

"Banyak yang antusias, dari negara timur tengah juga ada. Kami sangat gembira karena biasanya wisatawan mancanegara kami banyaknya hanya dari Malaysia," bebernya.

Perhelatan alat perkusi khas Aceh itu, masih kata Reza, memiliki tujuan utama adalah, mempromosikan kekayaan seni budaya Aceh, juga akan mempromosikan wisata aceh secara lebih luas.

"Geliat Pariwisata kami di Aceh juga mulai tinggi, hampir 10 ribu setiap tahunnya kami kedatangan wisatawan mancanegara. Semoga kami bisa terus meningkatkan wisatawan dan menambah jumlah kunjungan ke tanah air," ujarnya.***

Editor:Ridwan Iskandar
Sumber:lampost.co
Kategori:Umum, GoNews Group, Aceh
wwwwww