Home >  Berita >  Umum

Awas... Pengelola Hotel yang Sediakan Tempat Maksiat Bakal Dicambuk 80 Kali

Awas... Pengelola Hotel yang Sediakan Tempat Maksiat Bakal Dicambuk 80 Kali
Ketua MPU Banda Aceh, Tgk H Karim Syeh
Rabu, 02 Maret 2016 07:30 WIB

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh telah lama mengingatkan kepada seluruh pengusaha perhotelan di Banda Aceh, agar tidak memberikan fasilitas kepada pelanggar syariat Islam. Karena bisa bisa dihukum cambuk sebanyak 80 kali.

Peringatan ini juga kembali ditegaskan Ketua MPU Banda Aceh, Tgk H Karim Syeh dalam pertemuan antara Operasional Manager Grand Nanggroe dengan Wali Kota Banda Aceh. Dalam pertemuan itu, Hotel Grand Nanggroe menandatangani kesepakatan menjadikan hotel bersyariah.

“Kita Banda Aceh telah menerapkan hukum syariat Islam, jadi hotel itu dilarang menyediakan fasilitas untuk yang melanggar hukum syariat,” kata Tgk H Karim Syeh, Selasa (01/03/2016) di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh.

Ia menambahkan, hotel juga harus memberikan kemudahan untuk pelaksanaan syariat Islam. Setiap tamu yang menginap berpasangan agar pengelola hotel meminta buku nikah, bila tidak ada hotel harus berani menolak.

Ads
“Hotel tidak boleh menjadi tempat maksiat, maisir, khamar, narkoba hingga kegiatan berbau LGBT,” tegasnya.

Asisten I Sekda Kota Banda Aceh, Bakhtiar mempertegas hukuman pengusaha atau pengelola usaha yang melanggar syariat. Seperti diatur dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014, siapa pun pengusaha di Aceh yang menyediakan tempat maksiat akan dihukum cambuk sebanyak 80 kali.

“Jadi bukan hanya pelaku maksiat saja yang dihukum cambuk, justru pengelola usaha itu jauh lebih berat hukumannya,” jelas Bahktiar yang dibenarkan oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.***

Editor : Ridwan Iskandar
Sumber : habadaily.com
Kategori : Umum, GoNews Group, Banda Aceh
www www