Home >  Berita >  Umum

Silakan Indonesia Diarahkan Jadi Liberal, Tapi untuk Aceh Jangan Coba-coba!

Silakan Indonesia Diarahkan Jadi Liberal, Tapi untuk Aceh Jangan Coba-coba!
Iskandar Usman Al-Farlaky
Sabtu, 27 Februari 2016 07:39 WIB

BANDA ACEH - Meski Mendagri sudah mengklarifikasi tak akan mencabut Perda Wajib Jilbab di Aceh, namun aksi protes masih terus berdatangan. Tak terkecuali para wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh.

Salah satunya protes keras dari Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky. Jumat (26/2/2016), Iskandar mengatakan, pihaknya menolak rencana Mendagri untuk mencabut Perda wajib jilbab bagi wanita di Aceh.

“Kita menilai kebijakan itu aneh. Orang sebenarnya berlomba-lomba mengarahkan masyarakat ke arah kebaikan, tapi pemerintah pusat malah sebaliknya. Silahkan Indonesia diarahkan liberal, tapi Aceh jangan coba-coba,” katanya.

Alumnus Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry ini mengaku bingung dengan maksud Perda wajib jilbab bagi wanita di Aceh seperti yang dikatakan Mendagri.

Ads
“Mungkin yang dimaksud Mendagri adalah soal Qanun Syariat Islam. Bukan hanya sebatas berbicara jilbab. Kalau benar Perda atau Qanun ini yang hendak dicabut. Saya rasa ini kebijakan yang sangat aneh,” ujarnya.

Menurut politisi muda Partai Aceh ini, memakai jilbab serta berbusana muslim bagi wanita dalam ajaran Islam merupakan kewajiban.

Sebelumnya diberitakan, kebijakan Pemerintah Pusat yang akan memangkas sejumlah Perda atau qanun untuk Aceh yang dinilai bertentangan dengan undang-undang menuai protes dari Aceh.

Namun, pernyataan tersebut buru-buru diklarifikasi oleh Mendagri. Bahkan, sang menteri menuding portal berita online yang tidak utuh mengutip pernyataannya tentang qanun tersebut. ***

Editor : Ridwan Iskandar
Sumber : serambinews.com
Kategori : Umum, Politik, GoNews Group, Aceh
www www