Home > Berita > Umum

Wih Terjun Bur Bulet, Keindahan Alam di Aceh Tengah yang Perlu Sentuhan Pembangunan

Wih Terjun Bur Bulet, Keindahan Alam di Aceh Tengah yang Perlu Sentuhan Pembangunan
Seorang pengunjung sedang menikmati suasana di lokasi wisata Air Terjun Bur Bulet di Kampung Wih Terjun, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.
Selasa, 23 Februari 2016 09:53 WIB

TAKENGON - Sesuai namanya, Wih Terjun, adalah salah satu kampung di Kecamatan Pegasing Aceh Tengah, Aceh, yang berarti Kampung Air Terjun. Berada sekitar 22 kilometer dari pusat kota Takengon, ibukota daerah itu.

Keindahan alam yang tersembunyi di Kampung Wih Terjun, akan memberikan kepuasan tersendiri bagi siapa pun yang menyambanginya. Masyarakat sekitar menyebut air terjun setinggi 25 meter itu dengan nama Air Terjun Bur Bulet. Bur Bulet adalah nama bukit, dalam bahasa Gayo berarti Bukit Bulat.

Biasanya masyarakat di daerah pegunungan ini memberikan nama gunung atau bukit sesuai dengan bentuknya. Bisa jadi Air Terjun Bur Bulet dinamai karena pegunungan tempat air terjun itu memang terlihat bulat.

Sayangnya, keindahan air terjun serta lanskap kawasan itu belum tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah. Padahal air terjun ini menurut masyarakat, layak untuk dijadikan daerah kunjungan wisata.

Ads
Air terjun ini tampak masih alami, tapi belum terawat dengan maksimal. Demikian juga pemandangan alam sekitar yang masih hijau dan asri, sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi siapa pun yang berada disekitar lokasi.

Reje atau Kepala Desa Kampung Wih Terjun, Puasa, Minggu (21/2/2016) mengatakan, pihaknya berencana membangun tangga agar memudahkan masyarakat menuju lokasi itu.

"Sebagian dana desa akan kita anggarkan untuk mengembangkan lokasi wisata itu. Namun itu saja tidak cukup, perlu juga dukungan anggaran atau bangunan fisik dari pemerintah Aceh Tengah," kata Puasa.

Puasa atau akrab disapa Zeki ini juga memaparkan, sejak tahun 2012, Bupati Aceh Tengah kala itu telah melihat langsung air terjun tersebut. Bahkan sejumlah ibu-ibu pejabat beberapa periode juga telah menyaksikan keindahan alam di kampung itu, namun tetap saja tidak ada pembangunan untuk mengembangkan lokasi wisata air terjun itu.

"Saat konflik Aceh, air terjun ini sudah tidak lagi menjadi perhatian. Namun sekarang masyarakat sekitar sangat membutuhkan pembangunan berkelanjutan untuk lokasi wisata Wih Terjun," ujar Zeki.

Apabila pengembangan lokasi wisata ini dilakukan pemerintah daerah, tambah Zeki, paling tidak masyarakat memiliki aset kampung, yang pengelolaannya dapat dilakukan oleh masyarakat, utamanya pemuda setempat.***

Editor:Ridwan Iskandar
Sumber:kompas.com
Kategori:Umum, GoNews Group, Aceh Tengah
wwwwww