Tuntut Kompensasi

Seratusan Warga Aramiah Datangi ke PT. Ensem Sawita

Seratusan Warga Aramiah Datangi ke PT. Ensem Sawita
Perwakilan perusahaan yang didampingi aparat kepolisian Polres Langsa saat melakukan pertemuan di Kantor Manager PT. Ensem Sawita, Jumat (19/2/2016).
Jum'at, 19 Februari 2016 15:05 WIB
Penulis: Syafrizal
LANGSA - Seratusan warga Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Kota Langsa yang terdiri dari ibu-ibu melakukan aksi protes ke PT. Ensem Sawita di gampong tersebut. Kedatangan mereka guna menuntut kompensasi kepada perusahaan pengolahan sawit tersebut akibat polusi udara serta limbah.Pantauan GoAceh.co, Jumat (19/2/2016), mereka datang dengan berjalan kaki serta sebahagian menggunakan sepeda motor dan tiba di PT. Ensek Sawita sekitar pukul 09.30 WIB dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Langsa. Selang beberapa menit tiba di lokasi, perwakilan warga mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan di dalam Kantor Manager.

Pertemuan yang difasilitasi kepolisian Polres Langsa dihadiri KTU PT. Ensem Sawita Tobing, manager Siahaan serta perwakilan Direksi di Medan Herman, dan Kabag Ops Polres Langsa Kompol Jatmiko, Kasat Binmas AKP Niti Prayetno, Kasat Reskrim AKP Pradana Aditya Nugraha, SH, SIK, Kapolsek Birem Bayeun Iptu Dimmas Adhit Putranto, SIK, Camat Birem Bayeun Nirwadi, SSTP, MAP, Danramil Birem Bayeun Kapten Nana Sutiana, Geuchik Aramiah Zailani.

Dalam pertemuan itu, salah seorang warga Siti Zubaidah menyampaikan, kedatangan mereka untuk meminta beberapa kompensasi kepada perusahaan di antaranya, mengurangi bau limbah dengan cara melakukan penghijauan/ reboisasi, meninggikan cerobong asap, meminta ganti rugi/ konpensasi berupa satu kaleng susu cair/ jiwa atau uang senilai Rp 100 ribu per KK mulai dari Januari sampai Febuari 2016.

Ads
PT. Ensem Sawita Memenuhi

Setelah mendengarkan tuntutan warga, akhirnya perusahaan melalui KTU Tobing, menyanggupi permintaan warga yakni penghijauan, bantuan untuk Posyandu sebesar Rp 300 ribu setiap bulan yang akan diberikan setiap tanggal 13 dan diberikan melalui geuchik. Kemudian, beasiswa untuk 10 orang anak warga Paya Pelawi dan Aramiah.

"Beasiswa ini nantinya apakah diberikan kepada anak yang bersekolah di tingkat SD, SMP, SMA atau bagi anak kurang mampu, nantinya akan dibicarakan terlebih dahulu kepada pimpinan perusahaab," jelas Tobing.

Sementara itu, uang kompensasi sebesar Rp 5 juta yang diminta warga, perusahaan hanya menyanggupi sebesar Rp 2,5 juta setiap bulannya. "Semua bantuan ini akan disalurkan mulai bulan ini (Februari-red)," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Langsa meminta kepada perusahaan agar persoalan ini segera diselesaikan dan jangan sampai berlarut-larut. Kemudian, kepada masyarakat apa yang telah menjadi kesepakatan kedua belah pihak untuk diterima.

Setelah mediasi selesai dan kedua belah pihak menerima, maka sekitar pukul 10.45 WIB, warga membubarkan dengan tertib dan kembali ke rumahnya masing-masing. ***

Editor : m usandi
Kategori : GoNews Group, Langsa
www www