Home >  Berita >  Ekonomi
Seminar Internasional Universitas Lancang Kuning

Irvandi Gustari: di Perbankan, Resiko adalah Peluang Keuntungan

Irvandi Gustari: di Perbankan, Resiko adalah Peluang Keuntungan
Minggu, 31 Januari 2016 10:00 WIB
PEKANBARU - Meski secara umum menyebut resiko adalah potensi kerugian yang akan dialami pebisnis, namun itu untuk dunia perbankan resiko itu merupakan peluang, karena dalam dunia bisnis semakin besar resiko maka potensi keuntungan yang didapat semakin besar.

Demikian disampaikan Ekonom perbankan DR. Irvandi Gustari saat menjadi pembicara di Seminar Internasional bertajuk; ''Management Change In The Perspective of Human Resources Management, Management Risk and Marketing Management'' pada Sabtu (30/1) di Gedung Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.

Pada acara tersebut selain Irvandi Gustari, panitia juga menghadirkan dua pemateri lainnya yakni Prof. Dr. Nor'ain Othman dari Universiti Teknologi Mara Malaysia, serta Prof. Christantius Dwiatmadja, ME, PhD selaku Dekan FEB UKSW Salatiga. Sementara moderator acara adalah Dr. Emrizal Pakis, SE, MM.

Irvandi yang juga Direktur Utama Bank Riau-Kepri (BRK) dalam penyampaian materinya mengatakan, resiko sesungguhnya bisa dikelola, dan bisa dimitigasi yang kemudian menciptakan sebuah peluang keuntungan.

Ads
''Itu kemudian, dianjurkan dalam bisnis sebuah managemen perusahaan untuk tidak menghindari resiko, namun berupaya bagaimana mengelola dan melakukan mitigasi yang baik,'' kata Irvandi.

Maka jika dikaitkan dengan perubahan, demikian Irvandi, penanganan resiko yang baik sangat dibutuhkan untuk kemudian menumbuhkan peluang.

Irvandi mengungkapkan, bahwa untuk perubahan dalam perusahaan atau sebuah bisnis, haruslah produktif yang dapat dilakukan secara bertahap dan juga secara total.

"Mau bertahap ataupun perubahan total, baiknya dua-duanya itu dilakukan sesuai dengan tingkat kebutuhan perubahan itu sendiri," katanya.

Perubahan dengan penyesuaian kata Irvandi adalah perubahan yang dapat terjadi setiap saat dan harus siap untuk menghadapinya dengan penyesuaian.

"Perubahan total itu dapat dilakukan saat kita hendak melakukan perencanaan bisnis. Itu biasanya diikuti dengan perubahan visi, perubahan misi sampai pada komponen strategi," kata Irvandi.

Dalam era kompetitif atau persaingan saat ini, lanjutnya, yang baik dilakukan adalah percepatan. Dan dalam percepatan itu hanya ada dua hal, yakni; speed dan kualitas.

"Artinya, kita boleh cepat, tapi kualitas jangan sampai ditinggalkan," kata Irvandi.

Untuk diketahui, kata Irvandi, pada lima atau sepuluh tahun lalu, Vietnam adalah negara yang jauh di bawah Indonesia, namun sekarang justru sejajar dengan Indonesia.

Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, katanya ada sejumlah negara yang kini terus menggeliat maju, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura, namun Vietnam yang dahulu jauh di bawah Indonesia, tapi begitu cepat mengejar Indonesia.

"Itu karena mereka melakukan percepatan perubahan, sementara Indonesia sejauh ini masih disibukkan dengan era reformasi yang belum selesai sampai dengan hari ini," katanya.

Untuk itu, demikian Irvandi, dibutuhkan upaya perubahan yang cepat, dan resiko yang muncul harus dimitigasi sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. (rls)
Editor : Hermanto Ansam
Kategori : Ekonomi, GoNews Group
www www