Home >  Berita >  Umum

Sukses di 2015, Program Desa Bebas Api RAPP Kembali Libatkan 20 Desa di 2016

Sukses di 2015, Program Desa Bebas Api RAPP Kembali Libatkan 20 Desa di 2016
Dirsatwa Baharkam Polri, Brigjen Pol Andriyato Basuno hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, bersama Kasdam I/ BB, Brigjen TNI Widagdo Hendro S, di dampingi Bupati Pelalawan, HM Harris dan Managing Director of APRIL Indonesia, Tony Wenas,
Sabtu, 30 Januari 2016 16:55 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Program Desa Bebas Api kembali digulirkan oleh perusahaan pulp dan kertas tingkat dunia Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL Group) untuk tahun 2016. Sebanyak 20 desa di sepanjang Sungai Kampar, Riau, kembali dilibatkan dalam program ini.

Program Desa Bebas Api ini merupakan kelanjutan dari program percontohan di tahun 2015 telah berhasil bekerja sama dengan sembilan desa. APRIL kembali meluncurkan program ini di Pangkalan Kerinci, Sabtu (30/1/2016).

APRIL Group Indonesia Operations Managing Director Tony Wenas menuturkan, program Desa Bebas Api merupakan komitmen perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang sering terjadi setiap tahunnya dan menciptakan desa dan wilayah yang bebas api.

Tahun ini, Tony berharap semakiin banyak desa terbebas dari api dan asap. Komitmen perusahaan ini juga ditandai dengan dianggarkannya dana sebesar US$1 juta untuk pencegahan karlahut.

Ads
"Setelah hasil yang menggembirakan dengan sembilan desa di tahun 2015, saya berharap lebih banyak lagi desa yang merasakan manfaat dari program ini dan pada akhirnya tercipta kesadaran masyarakat untuk menjaga lahan dan hutan," katanya.

Menurut Tony, APRIL percaya bahwa pencegahan selalu lebih baik dari penanggulangan. Pihaknya juga berharap lebih banyak lagi pihak yang mengikuti pola kerja ini karena memang terbukti lebih efektif.

Dirsatwa Baharkam Polri Brigjen Pol Andriyato Basuno yang hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyampaikan apresiasinya atas program yang telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dan akan melibatkan lebih banyak pihak di tahun ini.

Menurutnya, program ini harus diikuti oleh pihak-pihak lain baik di sektor kehutanan maupun sektor lainnya.

"Sejalan dengan arahan dari Bapak Presiden untuk mengoptimalkan pencegahan kebakaran, Pendekatan APRIL sudah tepat. Biaya yang dibutuhkan untuk memadamkan sudah terbukti lebih mahal. Harus lebih banyak perusahaan mengikuti pendekatan ini agar arahan Presiden Joko Widodo terwujud," kata Brigjen Pol Andriyanto.

Jenderal bintang satu itu merespon positif program Desa Bebas Api yang dijalankan RAPP sejak tahun 2014. Dia menilai dengan programberbasis masyarakat, harapan agar kebakaran lahan dan hutan tidak terjadi di tahun 2016 bisa terwujud.

"Kami merespon positif program yang dijalankan RAPP untuk melakukan upaya pencegahan berbasis sistem gotong royong masyarakat. Saya apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat dan stakholder yang telah brsama sama men ari solusi pencegahan kebakaran hutan dan menjadi model bagi wilayah Indonesia yang mmiliki k arakter sama dengan Riau,"ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan dari Program Desa Bebas Api tahun 2015, Kepala Desa Kualapanduk Tomjon, mengatakan merasakan manfaat yang besar dari program ini, di mana Desa Kualapanduk dapat membangun fasilitas desa yang akan dapat digunakan oleh semua warganya.

"Terima kasih APRIL. Dengan program ini, kami sekarang jadi dapat merasakan fasilitas desa yang akan digunakan setiap harinya oleh seluruh warga," kata Tomjon.

Selain dari fasilitas desa, imbuhnya, masyarakat juga mendapatkan cara-cara alternatif untuk mata pencaharian, seperti menanam karet.(***)
Kategori : Umum, GoNews Group
www www