Home >  Berita >  Umum

Sampaikan Larangan Membakar Lahan, Lurah dan Kades di Pelalawan Ini Edukasi Masyarakatnya di Masjid dan Warkop

Sampaikan Larangan Membakar Lahan, Lurah dan Kades di Pelalawan Ini Edukasi Masyarakatnya di Masjid dan Warkop
Dirsatwa Baharkam Polri, Brigjen Pol Andriyato Basuno mewakili Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, bersama Kasdam I/ BB, Brigjen TNI Widagdo Hendro S, Danrem 031/WB, Nurendi, Bupati Pelalawan, HM Harris didampingi Managing Director of APRIL Indonesia,
Sabtu, 30 Januari 2016 15:55 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Tidak mengenal tempat dan waktu, untuk mewujudkan agar suatu wilayah bisa terbebas dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Menyampaikan ajakan agar tidak membakar lahan, bisa disampaikan kepada masyarakat dimana saja, tak mengenal tempat dan waktu.

Hal ini terungkap saat Lurah Pelalawan, Edi Arifin dan Kepala Desa Kuala Panduk, Tomzon, didaulat untuk menyampaikan testimoni dalam acara peluncuran Program Desa Bebas Api dan Masyarakat Siaga Api 2016, oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bertempat di di Hanggar Bandara SSHSN, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (30/1/2016).

Lurah Pelalawan, Edi Arifin mengawali testimoninya. Disampaikan dia, dalam mengedukasi mayarakat agar tidak melakukan pembakaran ketika akan membuka perkebunan bisa disampaikan dimana saja.

"Kita sampaikan ajakan untuk tidak melakukan pembakaran. Ini kita sampaikan saat di masjid, warung kopi (Warkop) dan bahkan dari pintu ke pintu rumah warga kita," ungkap Edi Arifin.

Ads
Menurutnya, dengan mengedukasi masyarakat dimana saja, tidak mengenal tempat dan waktu, menjadikan masyarakat akan lebih bisa memahami tujuan dari ajakan itu sendiri.

"Semenjak diikut sertakan dalam program Fire Free Village (FFV) yang ditaja PT RAPP , kami telah mencicipi hasil dari usaha," kata Edi Arifin.

Secara prinsip, jelas dia, bahwa melalui program kegiatan FFV, masyarakat sudah bisa merasakan secara langsung dampak dari program itu sendiri.

"Masyarakat dapat merasakan dampak, dengan adanya program ini jelas perbedaanya. Berkurangnya kebakaran lahan dan hutan, berkurang asap," ujarnya.

Edi Arifin menegaskan, dalam setiap kesempatan pihaknya selalu melakukan sosialisasi, dimanapun tempatnya, ajakan untuk tidak membakar lahan selalu disampaikan.

"Kami selalu memberikan informasi bahwa membakar lahan tidak diperkenankan oleh undang-undang. Sehingga kami mendapat award dari RAPP. Intinya jika kita mau, Insya Allah kita tak akan lagi berjumpa dengan asap," tutupnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Desa (Kades) Kuala Panduk, Tomzon, kurang lebih menyampaikan hal yang sama. Dirinya menyampaikan apresiasi kepada PT RAPP atas program tersebut.

"Kami selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan. Kita selalu mengedukasi masyarakat, jangan membakar lahan," pungkasnya.(***)
Kategori : Umum, GoNews Group
www www