Home >  Berita >  Umum

Sambut Imlek di Tahun Monyet, Kawasan Pecinaan Pondok Padang Penuh Warna Merah

Sambut Imlek di Tahun  Monyet, Kawasan Pecinaan Pondok Padang Penuh Warna Merah
Lampion bewarna merah di salah satu bangunan di Pondok Padang Selatan.
Sabtu, 30 Januari 2016 15:15 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Menyambut tahun baru Imleks 2567 yang jatuh tanggal 8 Februari 2016 mendatang, pernak-pernik merah menghiasi kawasan Pecinaan di Pondok Padang Selatan, Kota Padang, Sumbar. Rumah, toko, kedai minuman hingga Vihara dan Klenteng dihiasi lampu lampion merah khas Tiongkok. Kawasan ini memang dikenal sebagai kawasan etnis Tionghoa di Kota Padang.

Keberadaan etnis Tionghoa di Padang, diperkirakan sudah berlangsung sebelum kota ini lahir atau bahkan jauh sebelum itu. Warga keuturunan Tiongkok ini datang ke Ranah Minang saat itu melalui misi dagang bersama VOC.

“Namun, misi dagang yang dibawa waktu itu ikut mendapat perlawanan dari warga lokal Minang yang juga berjiwa dagang. Saingan berlangsung hanya da­lam dalam dunia perdagangan,” kata Sejarawan Universitas An­dalas (Unand), Gusti Asnan sebagaimana dilansir harianhaluan.com, Kamis (28/1/2016) di Padang.

Bahkan, etnis Tionghoa ini juga pernah tercatat ikut bejuang di Kota Padang. Hanya saja kisah ini tidak tercatat dengan jelas, mengingat waktu itu banyak tokoh-tokoh besar dari Sumbar yang memang sangat hebat dalam perjuangan di Sumbar kala itu.

“Kita memang tidak bisa pungkiri hal ini, kalau mereka memang ikut berjuang dengan kita. Ini harus kita hargai tentu­nya,” kata guru besar Unand itu.

Saat ini, etnis China ini ba­nyak bermukim di Kota Padang, Payakumbuh, Bukittinggi dan Padang Panjang. Di Padang Panjang, jumlah warga turunan Tionghoa makin menyusut. Berdasarkan data yang diperoleh, warga turunan Tionghoa hanya 60 Kepala Ke­luarga (KK) atau sekitar 300 jiwa.

Menurut Ketua Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Kota Pa­dang Panjang, Henky Komara, pe­nyusutan jumlah etnis Tiong­hoa ini karena sebagian besar anak-anak mereka berkarir atau membuka usaha di berbagai kota di tanah air. Orangtua mereka ajak serta.

Sedangkan di Bukittinggi, pemukiman etnis Tionghoa me­nyebar di sejumlah kelurahan. Kelurahan Benteng Pasar Atas adalah kelurahan yang paling banyak dihuni etnis Tionghoa. Bahkan di Kampung Cina terda­pat warga Tionghoa sekitar 200 orang.

Menurut Kepala Kantor Kes­bangpol Bukittinggi, Joni Feri, meski Bukittinggi sangat hetero­gen dihuni multi etnis atau bera­gam suku bangsa, namun jauh dari konflik dan pertikaian an­taretnis. Sebab kebaragaman etnis itu justru menjadi suatu kekuatan dalam membangun Kota Bukittinggi yang lebih maju ke depannya.

Sementara di Padang, menu­rut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Wedistar, etnis Tionghoa ini jumlahnya men­capai 12.000 jiwa. Mereka umum­­nya berdomisili di kawa­san Pondok. Ada dua organisasi pecinaan di Sumbar, yakni Himpunan Tjinta Teman (HTT) dan Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

Sementara itu, Tahun dalam kalender Tahun Baru Tiongkok sebagai Tahun monyet api. Ahli feng shui, Marites Allen, akhir tahun 2015 lalu mengadakan konferensi pers untuk memberikan prediksi tentang orang-orang yang lahir dalam simbol zodiak hewan kelahiran Tiongkok yang akan dimulai pada tahun baru Tiongkok 8 Februari mendatang.

Menurutnya, semua orang dengan shio binatang yang berhubungan dengan air akan beruntung. Warna-warna keberuntungan tahun ini adalah biru, hitam dan abu-abu, sementara industri yang diperkirakan akan berhasil adalah perkapalan, perbankan dan pariwisata. Hal ini dimuat dalam laman Rappler, sebagaimana dilansir Analisadayli.com, Kamis (31/12/2015). (***)
Ads
Sumber : Berbagai sumber
Kategori : Umum, GoNews Group
www www