Warga Minta Pemkab Pasaman Barat Hentikan Aktivitas Galian C di Gunung Tuleh

Warga Minta Pemkab Pasaman Barat Hentikan Aktivitas Galian C di Gunung Tuleh
Aktifitas Galian C di Batang Kenaikan Gunung Tuleh Pasaman Barat. (pasamanbarat.go.id)
Jum'at, 29 Januari 2016 06:22 WIB

PASAMAN BARAT - Sejumlah warga Kenagarian Gunung Tuleh, Pasaman Barat, meminta agar aktivitas galian c di aliran Batang Kenaikan, yang menggunakan alat berat, dihentikan. Soalnya aktivitas tersebut sudah mengancam pertanian dan pemukiman warga.

Akibat galian C di aliran Batang Kenaikan ini, masyarakat sekitar sudah resah dan mengancam usaha pertanian dan perkebunan. banyak lading padi, kebun sawit, kebun jeruk manis, hancur akibat aktivitas galian C tersebut.

Sebab , pengerikan material berada di tengah tengah badan sungai. kata sejumlah warga yang keberatan dengan keberadaan aktivitas galian c tersebut , seperti di ungkapan syamsir (50) dan sudir (55), rajarudin (41), ahmad (48), saran (45) rabu (27/1).

Dikatakan , seharusnya pemkab pasbar melindungi masyarakat, agar perekonomian meningkat. Bukan memberikan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat hancur , ulah oknum yang tidak bertanggung jawab itu .

ÔÇťApakah pihak yang mengeluarkan izin, hanya menerkanerka lokasi tambang, sebelum mengeluarkan izin, setahu kami, selain kebun masyarakat juga sudah mulai terancam, perkampungan masyarakat jika sudah mulai terancam akibat galian c itu," tutur mereka sebagaimana dilansir pasamanbarat.go.id, Kamis (28/1/2016).

Akibat tambang itu, air sungai tersebut sering meluap tidak terkendali, dan sering mengikis bibir wa sungai membabat tanaman warga yang berada di sekitar tebing sungai hanyut.

Tidak hanya itu , upat mereka ada dua galian c yang beroperasi di sungai itu kondisinya sudah sangat membahayakan warga. Warga ini berharap agar berharap agar berharap agar berharap pihsk ysng berwenang dan dinas terkai memantau dan mendengarkan jeritan masyarakat tegas mereka lagi.

Ketika di konfirmasi kepada kadis pertambangan dan energy Pasbar, Marta Yani , dan Sektetarisnya Rabu (27/1/2016) sekitar 16.20 WIB keduanya belum berhasil ditemui. (Hms/WEB)
Ads
Editor : Calva
Sumber : Pasamanbarat.go.id
Kategori : Pemerintahan, Ekonomi
www www