Home >  Berita >  Aceh Utara

Kegiatan Ekspor Pelabuhan Krueng Geukueh di Mata Pengusaha Aceh

Kegiatan Ekspor Pelabuhan Krueng Geukueh di Mata Pengusaha Aceh
Iskandar Ishaq memeluk dai dua cilik berprestasi saat bersilaturrahim dengan masyarakat Nisam, Aceh Utara
Sabtu, 23 Januari 2016 10:03 WIB

LHOKSUKON – Pelabuhan Krueng Geukueh atau disebut juga Pelabuhan Internasional Samudera Pase baru saja melakukan ekspor perdana hasil Aceh ke Malaysia. Pelabuhan ini sejak ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan ekspor impor di Aceh, banyak persoalan terjadi. 

Pelabuhan tersebut di mata pengusaha Aceh Iskandar Ishaq saat pulang kampung ke Nisam, Aceh Utara, Jumat (22/1/2016) malam mengatakan, dia mengingingkan Aceh tidak pernah mengekspor bahan mentah ke luar negeri, tapi lebih kepada barang jadi setelah diolah. Hal itu untuk akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kalau impor pasti ada barang masuk dari luar negeri, kain atau lainnya. Lantas barang dari Aceh, kita mau kirim apa ke sana. Kita harus memproduksi dan mengolah, jangan bahan mentah. Kenapa kita tidak membangun home industri, kerajinan masyarakat,” kata pensiunan muda TNI AD itu yang menetap di Bogor, Jawa Barat itu.

Sembungnya memberi solusi kepada pemerintah daerah, terutama Aceh Utara. “Kita kirim masyarakat ke luar daerah untuk kursus, misalnya membuat sandal dan lainnya,” ujar Iskandar yang menegaskan akan maju sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati Aceh Utara pada 2017 mendatang itu.

Ads
Begitu juga kelapa sawit, Aceh disarankan tidak mengekspor kelapa dan kelapa sawit, atau hasil bumi mentah lainnya, tapi hasil olahan seperti minyak setelah dikemas baru diekspor ke luar negeri. Hal itu menurutnya akan menambahkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. [kf]

Kategori : Aceh Utara, Politik, Ekonomi
www www