Home >  Berita >  Hukrim

Judi Online di Aceh Sulit diungkap, Kenapa?

Judi Online di Aceh Sulit diungkap, Kenapa?
ilustrasi (foto sindonews.com)
Rabu, 13 Januari 2016 09:19 WIB

BANDA ACEH: Kepala Bidang Hukum Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Munawar A. Jalil mengatakan, perilaku negatif dari kemajuan teknologi semakin terasa termsuk di Bumi Serambi Mekkah dewasa ini. Dampak salah satunya adalah perbuatan maksiat semakin canggih dan sulit terdeteksi, seperti judi online.

“Judi online sulit diungkap oleh pihak yang berwenang, karena tidak mudah menemukan barang bukti," kata Munawar

Namun dia berharap, Polisi Syariat yang tergabung dalam Wilayatul Hisbah (WH) di Aceh dapat bekerja lebih maksimal, dengan meningkatkan pengawasan di cafe, warung internet dan berbagai tempat lain yang dijadikan pusat permainan judi online.

"Untuk memastikan adanya pelanggaran tersebut, dan pelaku dapat ditangkap tangan langsung”, ujarnya.

Ads
Munawar menambahkan, ini penting dilakukan agar memudahkan penemuan barang bukti karena secara aturan, Aceh memiliki Qanun acara Jinayat, disebutkan dalam pasal 181 alat bukti yang sah, disamping keterangan saksi, keterangan ahli, barang bukti, juga termasuk di dalamnya bukti elektronik dan ini tidak tersebut dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yang menjadi dasar hukum Indonesia.

Pihaknya berharap, dengan upaya maksimal yang dilakukan oleh pihak terkait, judi online di Aceh dapat diberantas.

Editor : M. Usandi
Sumber : rri.co.id
Kategori : Hukrim, Banda Aceh
www www