Empat Aliran ini Dibekukan di Aceh Barat Daya

Empat Aliran ini Dibekukan di Aceh Barat Daya
ilustrasi
Rabu, 13 Januari 2016 18:12 WIB

BLANGPIDIE - Tak hanya di Aceh Barat Daya (Abdya) , aliran baru di Aceh semakin menghantaui masyarakat. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Abdya mengeluarkan surat edaran tentang imbauan penghentian sementara aktivitas empat ajaran Agama Islam yang diduga ajarannya berbeda dengan Ahlussunnah Waljamaah.

Wakil Bupati Abdya, Erwanto mengatakan, imbauan penghentian aktivitas sementara kepada empat ajaran yang diduga berbeda dari Ahlussunah Waljamaah tersebut setelah tim Penangulangan Aliran Sesat melakukan investigasi ke lapangan.

Tim investigasi dan verifikasi penangulangan ajaran sesat yang dibentuk oleh Pemkab Abdya tersebut berdasarkan hasil musyawarah para ulama dengan Forkompinda Kabupaten Abdya pada tanggal 3 Juni 2015 dikuatkan dengan Surat Keputusan Bupati Abdya Nomor 542 tahun 2015.

Berdasarkan hasil musyawarah dan SK Bupati tersebut, tim yang terdiri dari kalangan ulama kabupaten setempat melakukan investigasi dan verifikasi terhadap empat ajaran, yakni ajaran HTI, Tariqat Syattriah (Salek), aliran Maimun dan kepada penganut paham Salafi Wahabi.

Ads
“Atas dasar masukan dan pertimbangan dari tim yang dibentuk oleh pemerintah ini, Bupati Abdya, Jupri Hassannuddin mengeluarkan surat edaran dengan Nomor 450/1705/2015, tentang imbauan penghentian sementara aktivitas dari keempat aliran tersebut sampai dikeluarkan fatwa dari MPU Aceh,” kata Erwanto kepada wartawan, mengutip Wapada Online, Rabu (13/1/2016).

Kepada MPU Aceh, Wabup Erwanto, berharap untuk segera mengambil sikap dengan mengeluarkan fatwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena bila persoalan ini lambat diselesaikan akan dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Koordinator tim penanggulangan aliran sesat Abdya, Tgk H Qudusi Syam Marfaly, mengatakan, tim yang dibentuk oleh pemerintah yang terdiri dari kalangan ulama ini telah bekerja dan melakukan investigasi dan verifikasi kepada empat ajaran yang dimulai sejak tanggal 30 Juli 2015 yang diawali pada ajaran HTI di Kecamatan Lembah Sabil.

Kemudian, kata dia, tim melanjutkan verifikasi kepada ajaran Tariqat Syattariah (Salek) di Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan yang waktu itu ikut di hadiri kelompok Thariqat Syattariah dari Kabupaten Nagan Raya dan selanjutnya kepada kelompok pengikut aliran Maimun di Babahrot dan kepada penganut paham Salafi Wahabi.

“Setelah tim melakukan verifikasi kepada empat ajaran tersebut, ternyata mereka memiliki keyakinan aqidah dan praktek-pratek ibadah yang berbeda dari Ahlussunnah Waljamaah, seperti yang kita dapatkan dalam buku Tariqat Syattariah, ‘Hamba itu tuhan, tuhan itu hamba’,” kata Tgk Dahlan anggota tim lainnya. ***

Editor : M. Usandi
Sumber : okezone.com
Kategori : Aceh Barat Daya, Hukrim
www www