Home >  Berita >  Nagan Raya

9 Ton Batu Giok yang Ditangkap Polisi Saat Diangkut 2 Truk Intercooler, Dikembali ke Pemkab Naga Raya

9 Ton Batu Giok yang Ditangkap Polisi Saat Diangkut 2 Truk Intercooler, Dikembali ke Pemkab Naga Raya
Muspida Nagan Raya saat meninjau batu giok seberat 20 ton di kawasan hutan lindung di Gampong Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kamis (26/2) tahun lalu. (foto: serambinews.com)
Senin, 11 Januari 2016 21:29 WIB

SUKA MAKMUE - Aparat kepolisian Polres Nagan Raya, Senin (11/1/2016) siang resmi mengembalikan barang bukti 9 ton batu giok yang ditangkap di kawasan Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue pada Kamis (7/1/2016) pekan lalu.

"Pengembalian batu giok dilakukan karena dalam kasus ini belum memenuhi unsur tindak pidana, sehingga kasus ini diselesaikan secara administratif oleh Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Nagan Raya," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Muhayat SH MH, Senin siang.

Sebelumnya Polres Nagan Raya menangkap dua truk intercooler yang membawa sembilan ton batu giok di kawasan Lueng Baro, Kamis (7/1/) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Pengemudi truk tidak dapat menunjukkan surat izin usaha pertambangan yang resmi dikeluarkan oleh Pemkab Nagan Raya,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Muhayat Effendie.

Ads
Penangkapan truk berisi 9 ton giok tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat kepada polisi bahwa ada truk yang mengangkut batu giok dalam jumlah besar ke luar daerah.

Polisi yang mendapatkan informasi ini, kata Muhayat, langsung melakukan pengintaian dan mengumpulkan sejumlah keterangan. Hasilnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, polisi berhasil menangkap dua unit truk tersebut.

Selanjutnya kedua truk dan sopir digiring ke Mapolres Nagan Raya untuk dimintai keterangan. Menurut Muhayat, lokasi pengambilan batu giok tersebut berada di kawasan Pante Ara, Kecamatan Beutong.

Sementara pemilik dan sopir truk pembawa batu giok tersebut ketika dimintai keterangan sama sekali tidak dapat menunjukkan dokumen resmi terkait izin pengangkutan dan pengiriman batu ke luar daerah. Selain itu juga tidak memiliki izin penambangan sesuai aturan yang berlaku dari Pemkab setempat.***

Editor : Ridwan Iskandar
Sumber : serambinews.com
Kategori : Nagan Raya
www www