Nyamar Jadi Tukang Tahu, Pria Asal Aceh Utara Ini Ketahuan Punya 1 Kilo Sabu

Nyamar Jadi Tukang Tahu, Pria Asal Aceh Utara Ini Ketahuan Punya 1 Kilo Sabu
ilustrasi
Sabtu, 09 Januari 2016 22:39 WIB
MEDAN - Bandar sabu besar ini berpura-pura jadi tukang tahu untuk menutupi tindak tanduknya. Namun aksi Muliadi alias A Kun (46) ini akhirnya terbongkar juga.
Menjadi penjual tahu memang hanya sebagai kedok yang dilakukan Muliadi alias A Kun (46), asal Pasar Tumpuk Tengah, Banda Sakti, Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh Sabtu (9/1/2016), A Kun ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Sumut dari kawasan Jalan Binjai KM 12,2/ Jalan Orde Baru, Desa Mulyo Rejo, Sunggal, Deliserdang, Jumat (8/1/2016) malam. Dari A Kun, disita sedikitnya 1 Kg sabu-sabu dan 1 unit mobil Toyota Avanza BK 34 LA.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, ‎penangkapan A Kun berawal dari adanya informasi anggota bahwa sindikat jaringan narkoba dari Malaysia akan melakukan pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar di daerah Sumut.

Ads
Setelah dilakukan penelusuran lebih dalam informasi itu, ternyata sabu-sabu itu akan dikirim melalui jalur laut yang ditujukan kepada tersangka Mulyadi alias A Kun.

“Barang bukti dari jalur laut yang akan ditujukan kepada tersangka M alias A Kun yang beralamat di Jalan Orde Baru. Kemudian kita lakukan penyelidikan terhadap tersangka, yang ternyata merupakan salah satu bandar besar di Sumut. Anggota kemudian menggerebek kediaman tersangka dan ditemukan 1 Kg sabu-sabu dalam bungkusan warna hijau dan 1 unit mobil Avanza BK 34 LA,” ujar Helfi, Sabtu (9/1/2016).

Disebutkannya, dari keterangan tersangka barang bukti itu dikirimkan oleh adik kandungnya yang bernama Iis. Namun, hingga kini Iis belum diketahui keberadaannya.

“Pengakuan tersangka, sebagian besar sabu yang diterimanya dari Malaysia telah dijual ke pengedarnya di Medan, Aceh dan Riau. Sedangkan barang bukti 1 Kg sabu-sabu adalah sisanya yang dikirim oleh adiknya. Tapi, sampai saat ini belum diketahui dimana keberadaannya,” aku Helfi.

Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus peredaran gelap narkoba ini. Selain itu, turut memburu adik dari tersangka.

“Kasusnya masih terus dikembangkan untuk mengejar jaringan-jaringan lainnya,” pungkas Helfi.***

Editor : Ridwan Iskandar
Sumber : pojoksatu.id
Kategori : GoNews Group, Hukrim, Aceh Utara
www www