Home >  Berita >  Aceh

Tsunami, Tidak Sulit Mengenalkan Aceh pada Wisatawan

Tsunami, Tidak Sulit Mengenalkan Aceh pada Wisatawan
Senin, 28 Desember 2015 06:44 WIB
BANDA ACEH - Aceh telah dikenal banyak negara sebagai wilayah bekas tsunami. Karenanya tak sulit lagi memperkenalkan Aceh kepada dunia luar,  terutama para wisatawan.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, di sela-sela peringatan 11 tahun tsunami Aceh di Masjid Rahmatullah Lampuuk.

"Dalam banyak kesempatan promosi pariwisata, umumnya orang telah mengenal Aceh, karena tsunami 11 tahun lalu," kata Reza, Sabtu 26 Desember 2015.

Reza mengatakan, banyak wisatawan yang datang saban tahun selalu singgah pada tempat-tempat bekas tsunami dan lokasi bukti dahsyatnya bencana itu, seperti kapal apung, museum tsunami, dan Masjid Ulee Lheu. Target wisatawan setiap tahun juga terpenuhi, yakni 75 ribu wisatawan asing.

Ads
Target yang dipasang untuk tahun depan adalah penambahan sekitar 20 persen dari sebelumnya, sekitar 90 ribu wisatawan asing. Jika ditambah dengan wisatawan nusantara, targetnya 1,8 juta pelancong.

"Wisatawan asing terbanyak datang dari Malaysia. Kalau wisatawan nusantara paling banyak dari Sumatera Utara," ujarnya.

Reza mengakui masih ada sejumlah tantangan pariwisata di Aceh, di antaranya adalah kualitas pelayanan, infrastruktur di lokasi, dan juga sumber daya manusia. "Perlahan ini terus dibenahi bersama pelaku pariwisata."

Dinas Pariwisata terus melakukan pembinaan dan mengajak masyarakat menjadi pelaku utama membangun pariwisata Aceh. "Investor bidang ini juga diharapkan menggandeng warga dalam usaha wisata," ujar Reza.

Ada 800 obyek wisata di Aceh yang layak dikunjungi. Obyek ini terdiri dari tsunami heritage, bahari, danau, bawah laut dan lainnya tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh.***

Editor : Ridwan Iskandar
Sumber : tempo.co
Kategori : Aceh, Umum
www www