Home >  Berita >  Umum
Kepergok Kadis Perindag, Langsung Ditangkap

Ternyata Ini Sebabnya Gas 3 Kg Langka di Bireuen...

Ternyata Ini Sebabnya Gas 3 Kg Langka di Bireuen...
ilustrasi
Minggu, 06 Desember 2015 09:28 WIB

BIREUEN - Kadisperindakop dan UKM Bireuen, Aceh, Darwansyah menemukan pelanggaran pendistribusian elpiji 3 kilogram, Sabtu (5/12). Penemuannya kemudian dibawa ke ranah hukum.

Pelanggaran itu berawal saat Darwansyah melintas di kios kelontong di Desa Geulanggang Gampong (Cureh), Kecamatan Kota Juang. Dia memergoki dua warga Blang Keujeren memuat 22 tabung gas berisi elpiji 3 kilogram ke mobil pikap.

Merasa ada yang janggal, Darwansyah berhenti memertanyakan tentang pemuatan gas 3 kg ke pikap mereka. Kadis memberitahukan sopir dan kernet pikap bahwa itu melanggar aturan karena hendak membawa gas elpiji jatah masyarakat di Bireuen dan dijual lagi ke luar daerah (Blang Keujeren).

Kadis kemudian berkoordinasi dengan Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bireuen dan Kabid Perdangangan serta staf agar segera mungkin datang ke lokasi. Dia menduga kuat, selama ini kelangkaan gas karena ada permainan antara pangkalan dengan distributor dan pengecer.

Ads
"Saya tadi lewat pulang antar anak sekolah, sekalian monitor pemasaran gas elpiji 3 Kg. Karena sudah tidak tahan lagi dengan dugaan kelangkaan gas 3 kg,” ungkap Darwansyah seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group).

Pemilik kios kelontong, sopir dan kernet kemudian diamankan ke Polres untuk dimintai keterangan. Sebanyak 22 tabung gas elpiji 3 kg turut dibawa sebagai barang bukti.

Menurutnya, penjualan gas elpiji 3 kg di kios kelontong untuk dijual kembali kepada warga masyarakat secara eceran tidak dibenarkan. Karena tidak ada izin.

“Gas jatah masyarakat di Bireuen, mau dijual ke Blang Keujeren. Notabene, kabupaten dimaksud, juga sudah ada alokasinya tersendiri” ujar Darwansyah.

Sopir pikap BL 8192 B mengaku namanya MS (36) wargar Blang Keujeurendan dan kernetnya Tu (27). Sebanyak 22 gas elpiji 3 kg yang sudah dimuat di mobil milik ayahnya, AA. “Per tabung dibeli Rp 24 ribu dan mau dijual lagi Rp 30 ribu per tabung, di Blang Keujeren,” ungkapnya.(rah/hpg)

Editor : Ridwan Iskandar
Sumber : jawapos.com
Kategori : Umum, Bireuen
www www