Home >  Berita >  Langsa

Ratusan Siswa SMKN 2 dengan SMAN 1 Langsa Bentrok, 3 Orang Terluka Akibat Lemparan Batu

Ratusan Siswa SMKN 2 dengan SMAN 1 Langsa Bentrok, 3 Orang Terluka Akibat Lemparan Batu
Selasa, 24 November 2015 16:30 WIB
LANGSA - Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Langsa terlibat bentrok. Akibatnya, belasan kaca jendela pecah dan tiga orang siswa SMAN 1 mengalami luka akibat lemparan batu, Selasa (24/11/2015).

Informasi dan pantauan ACEHXPress.com sebagaimana dikutip GoAceh.co di lokasi, kericuhan tak sempat meluas karena anggota Kepolisian Polres Langsa mendatangi SMAN 1 Langsa. Hingga pukul 10.30 WIB, ratusan siswa SMAN 1 masih berkumpul di halaman sekolah dan setelah situasi dianggap kondusif maka mereka diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-nasing. Bahkan, pihak sekolah SMAN 1 mengambil kebijakan untuk meliburkan siswanya selama satu hari.

Salah seorang guru SMAN 1 Langsa, Muhammad Fadil, kepada ACEHXPress.com, menjelaskan, kejadian penyerangan sekolahnya terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dimana, saat itu masih sedang berlangsung proses belajar mengajar. Namun secara tiba-tiba dari arah belakang sekolahnya dilempari batu oleh puluhan siswa SMKN 2 Langsa.

“Pelemparan batu itu mulai dari belakang sekolah hingga kedepan sekolah, sehingga mengakibatkan beberapa kaca jendela mengalami pecah,” ujarnya.

Ads
Kemudian, setelah mengetahui sekolahnya diserang oleh siswa SMKN 2 Langsa, seluruh siswa SMAN 1 berlarian ke luar ruangan dan berkumpul dihalaman sekolah untuk menyelamatkan diri. Selain, beberapa kaca jendela yang pecah, tiga orang siswa SMAN 1 Langsa mengalami luka yakni Dea Arasati, Aulia Julhaikar dan Putri Yulianda.

“Saat itu juga ketiganya dibawa oleh anggota Polres Langsa ke Rumah Sakit Umum Daerah Langsa untuk mendapat perawatan,” jelasnya.

Waka Kesiswaan SMKN 2 Langsa, Dani Alfian, mengatakan, sebetulnya kami menjadi korban usai pertandingan bola kaki di Stadion Langsa. Tapi, karena anak-anak kurang dewasa saja, mereka terpicu emosi mendatangi SMAN 1 Langsa hingga terjadi aksi slaing lempar batu itu.

Sedangkan terkait ratusan siswanya mendatangi SMAN 1 Langsa, dirinya tidak mengetahuinya atau tanpa sepengatahuan pihak sekolah.  Apalagi di sekolah itu sekarang ada 1.200 siswa, sehingga tidak mungkin dapat dijaga jika mereka ada yang keluar dari lingkungan sekolah.

Dijelaskannya, akibat perkelahian di Stadion Langsa Senin (23/11) sore itu, ada seorang siswa kita menjadi korban pemukulan dan sempat dibwa ke RSUD Langsa. Namun kita juga bertanggung jawab dan akan mengganti rugi atas kerusakan fasilitas di SMAN 1 Langsa.

Kabid Dikmen pada Dinas Pendidikan Kota Langsa, Sudarto, S.Pd.I, didampingi Kasie Kurikulum, Mahadi, menegaskan, pihaknya akan segera menuntaskan kasus ini, agar kejadian ini tidak berlarut-larut. Bahkan, kita akan mengumpulkan seluruh guru SMAN 1 dan SMKN 2 Langsa.

Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SIK, seusai memberikan arahan kepada siswa SMKN 2 Langsa, menjelaskan, seratusan siswa SMKN 2 Langsa yang diduga terlibat melempari batu ke sekolah SMAN 1 dibawa ke Polres Langsa untuk dimintai keterangan. Dan, bagi siapa saja siswa yang nantinya terbukti bersalah maka akan kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Namun, bagi pelajar yang tidak bersalah maka akan kita kembalikan kepada pihak sekolah dan orang tua masing-masing. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil pihak panitia penyelenggara pertandingan sepak bola antar pelajar. Karena, diduga pertandingan itu tidak ada berkoordinasi dengan pihak keamanan. ***
Editor : Syafruddin
Sumber : ACEHXPress.com
Kategori : Langsa
www www