Home >  Berita >  Umum

Kepedulian Masyarakat Terhadap Bahaya Narkoba di Lhokseumawe Meningkat

Kepedulian Masyarakat Terhadap Bahaya Narkoba di Lhokseumawe Meningkat
Rabu, 11 November 2015 08:06 WIB
LHOKSEUMAWE - Banyaknya laporan yang masuk ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kota Lhokseumawe menandakan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya Narkoba di daerah tersebut.Kepala BNNK Lhokseumawe Saiful Fadhli di Lhokseumawe, Selasa mengatakan, dalam kurun waktu tahun 2015, jumlah masyarakat yang melaporkan anggota keluarganya yang menjadi korban penyalahgunaan Narkoba meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Saiful, meningkatnya laporan tersebut merupakan sebuah indikator tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepedulian lingkungan dari bahaya Narkoba, sehingga mereka mulai terbuka pikirannya dan mau menindaklanjuti program pemerintah terhadap pemberantasan penggunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Ia menyebutkan, indikator terhadap keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Narkoba di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya, tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan, baik melalui kegiatan diskusi ke sekolah-sekolah, unit lingkungan kerja dan masyarakat serta melalui pemberitaan media massa.

Ads
Sebutnya lagi, dalam sebulan ada sekitar 20 hingga 30 warga yang berkonsultasi langsung dengan BNNK Lhokseumawe, terhadap anggota keluarganya yang menjadi korban penyalahgunaan Narkoba, untuk dilakukan proses rehabilitasi.

"Banyak warga yang melaporkan kepada pihak kami dan meminta untuk ditangani. Bagi pemakai Narkoba, kami pelajari dulu dan apabila hanya memungkinkan untuk menjalani proses rawat jalan, cukup ditangani di BNNK Lhokseumawe," katanya.

Akan tetapi bila harus dilakukan rawat inap, dititipkan ke beberapa tempat rehabilitasi yang telah ditentukan oleh BNN, seperti Yayasan Tabina di Lhokseumawe, SPN Seulawah dan juga ke Rindam Mata Ie, ujar Saiful.

Ia menambahkan, untuk biaya rehabilitasi bagi pemakai yang menjadi korban penyalahgunaan Narkoba semua ditangung oleh BNN. Hal itu sejalan dengan program pemerintah merehabilitasi 100 ribu korban penyalahgunaan Narkoba.***

Editor : Jamaluddin Iskandar
Sumber : antara
Kategori : Umum, Lhokseumawe
www www