DPRK Aceh Barat Temukan Proyek Balai Bermasalah

Rabu, 11 November 2015 17:18 WIB
MEULABOH - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRK Aceh Barat, Provinsi Aceh, menemukan permasalahan proyek pembangunan balai pengajian yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Juru bicara Fraksi PAN DPRK Aceh Barat Abdurrauf di Meulaboh, Selasa [10/11] mengatakan bahwa ketidaksesuaian proyek bernilai Rp149 juta itu merupakan hasil temuan pada peninjauan lapangan pihak legislatif terhadap pembangunan infrastruktur keagamaan ini.

"Kita segera membentuk tim Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki lebih lanjut pembangunan balai tersebut, karena ada dugaan penyimpangan pada pembangunannya," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan pada pandangan Fraksi PAN terhadap pembahasan dan penetapan Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) Aceh Barat 2016 pada rapat paripurna ke VII di aula DPRK setempat.

Ads
Kata dia, permasalahan tersebut ditemukan pada satu proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap pembangunan balai pengajian Jalan Singah Mata II, Lr H Sulaiman di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan dengan rekanan CV Tirta Jasa dan perusahaan pengawas CV Infra Madya Konsulindo.

Berdasarkan tinjauan lapangan dari hasil laporan masyarakat ditemukan persoalan seperti pada pengunaan besi tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Lispalnk tidak sesuai dengan ukuran.

"Selain itu juga ada masalah pada jenis material pembuatan plafon, atap dan lantai keramik. Kemudian masih banyak ketidak sesuaian dengan material lainnya kami temukan dilapangan," tegasnya.

Abdurrauf mengatakan, dengan adanya temuan tersebut kalangan fraksi PAN menduga ada kemungkinan terjadi penyimpangan pada proyek lainnya, karena itu untuk mencari keafsahan data pihaknya akan turun melakukan pansus. Karenanya Fraksi PAN meminta pihak eksekutif melalui instansi terkait untuk menunda pembayaran dan proses Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama kepada kontraktor pelaksana proyek tersebut.

Senada juga diutarakan Ketua DPRK Aceh Barat Ramli,SE kepada wartawan usai rapat tersebut, menyahuti usulan fraksi PAN akan segera diinisiasi pembentukan tim pansus untuk menyelidiki temuan itu.

"Apa yang kita temukan di lorong Haji Sulaiman itu bisa saja salah satunya, kita curiga ada indikasi permainan antara pihak pengawas dengan rekanan, karena itu kita segera membentuk tim pansus," katanya menambahkan. (ant )
Editor : Syafruddin
Sumber : beritasore
Kategori : Pemerintahan, Aceh Barat
www www