Home >  Berita >  Banda Aceh

Tukang yang Tewas Terjepit Keramik Raksasa di Masjid Agung Kuta Alam Itu Sosok yang Rajin Shalat 5 Waktu

Tukang yang Tewas Terjepit Keramik Raksasa di Masjid Agung Kuta Alam Itu Sosok yang Rajin Shalat 5 Waktu
Korban Tatang saat dievakuasi ke rumah sakit.
Selasa, 10 November 2015 22:31 WIB
BANDA ACEH - Tukang asal Taksikmalaya, Jawa Barat, Tatang yang terjepit 30 keramik marmer raksasa di Masjid Agung Al Makmur, Lampriet, Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (9/11/2015) akhirnya meninggal dunia.Almarhum dikenal rajin shalat lima di Masjid Agung Al Makmur yang terkenal dengan mana Masjid Oman. Aktivitas religius almarhum ini disampaikan Imam Masjid Oman, Ustad Yusbi Yusuf kepada jamaah usai shalat Magrib.

“Tatang termasuk muslim yang taat. Selama dua hari di Mesjid Oman, beliau selalu shalat lima waktu. Dan pengakuan almarhum kepada pengurus masjid, bahwa almarhum sangat senang bisa shalat di Masjid Oman ini, karena sejuk,” ujar Yusbi Yusuf di hadapan jamaah, Selasa (10/11/2015) usai shalat Magrib.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusbi Yusuf yang juga pengurus Masjid Oman mengumumkan penggalangan dana untuk almarhum Tatang kepada jamaah.

Ads
Salah seorang jamaah Murdani Tijue mengatakan, usai Ustad Yusbi Yusuf mengumumkan penggalangan tersebut, para jamaah sangat antusias untuk menyumbang. Tong khusus yang telah disediakan didatangi para jamaah untuk membantu seikhlasnya.

“Sedih that lon deungoe. Peu lom almarhum na dua droe aneuk miet yang mantong ubiet (sedih sekali saya mendengarnya. Apalagi almarhum ada dua anak yang masih kecil),” ujar Murdani Tijue.

Seperti diketahui, Tatang terjepit keramik dalam kontainer yang diangkut dengan mobil interkuler Fuso L 9259 US. Orang-orang memecahkan keramik dengan lebar 1,5 meter, panjang 3 meter dan tebal 5 Cm. Berat satu keramik raksasa tersebut mencapai 200 Kg.

Sedangkan korban terjepit hanya nampak lehernya saja. Setengah wajahnya ayah beranak dua terlihat menghitam akibat pembekuan darah. Korban tak bisa bergerak lagi akibat 30 keramik yang menimpanya.

Kondisi mobil juga oleng ke kiri akibat beban berat sejumlah keramik dari kanan mengarah ke kiri. Hampir satu jam korban dikeluarkan dari jepitan keramik dan dibawah dengan Ambulans ke RSUZA.

Akhirnya korban yang dibawa dengan mobil Ambulans sudah meninggal setiba di RSUZA Banda Aceh.***

Editor : Jamaluddin Iskandar
Sumber : serambinews.com
Kategori : Banda Aceh
www www