Home >  Berita >  Umum

Sembilan Warga di Aceh Barat Meninggal Dunia karena Kasus HIV/AIDS

Sembilan Warga di Aceh Barat Meninggal Dunia karena Kasus HIV/AIDS
Selasa, 10 November 2015 10:26 WIB
MEULABOH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mencatat sedikitnya sembilan warga telah meningal dunia karena terjangkit HIV/AIDS, sejak tahun 2006 hingga 2015.Kasi Pengobatan dan Pencegahan pada Dinas Kesehatan Aceh Barat Rasmudin di Meulaboh, Senin mengatakan, sejak 2006-2015 telah ditemukan sebanyak 11 kasus HIV/AIDS dan tiga di antaranya masih dalam pengawasan pihak medis.

"Angka kasus ini kami perkirakan di Aceh Barat masih ada yang belum terungkap, saat ini yang telah ditemukan 11 kasus hingga 2015, sembilan orang sudah meningal, kemudian satu pasangan suami istri dan satu orang penguna narkoba," katanya.

Dia menjelaskan, bahwa kesembilan pengidap yang meningal tersebut merupakan wabah yang terinfeksi karena perilaku seks bebas, sementara tiga orang lainya adalah karena terinfeksi pengunaan alat suntik narkoba.

Ads
Menurut Rasmudin, kelemahan pihak medis di kawasan setempat belum adanya Voluntary Counseling and Testing (VCT), sebagai layanan konseling dan tes darah kepada orang yang mengidap wabah mematikan itu.

Padahal kata dia, dengan tersedianya VCT pada rumah sakit pemerintah maupun swasta, paling tidak dapat menekan kasus ini dengan merubah perilaku orang yang berdampak besar kepada penderita dan keluarga serta lingkungannya.

"Sampai saat ini di Aceh Barat belum ada VTC ini, maka itu sulit untuk dilakukan pengecekan rutin atau semacam konseling penderita. Selama ini kita datangi ketempat dia tinggal, tapi keberadaanya tetap kita rahasiakan," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, HIV/AIDS yang dikatagorikan wabah mematikan ini dapat menular melalui hubungan seks bebas, transfusi darah dan pengunaan jarum suntik, penderita lain dapat merasakan dampaknya setelah 3-5 tahun.

Kata dia, cenderung pengidap wabah mematikan ini orangnya menutup diri, begitu sudah dalam kondisi sekarat, tidak tahan lagi baru dibawa ke rumah sakit, karena itu penderita di kawasan setempat selalu dalam kriteria kritis.

Sementara untuk satu pasangan suami istri yang ditemukan mengidap masih dalam pengawasan pihaknya, demikian pula satu orang lain yang terinfeksi karena saat mengkonsumsi narkoba dengan alat suntik.

"Wabah ini seperti fenomena gunung es, penularan bisa terjadi dengan beberapa saya sebutkan tadi. Kalau pakaian lembab, air ludah, ataupun bersentuhan langsung dengan penderita tidak akan menulari penyakit ini," katanya menambahkan.***

Editor : Jamaluddin Iskandar
Sumber : antara
Kategori : Umum, Aceh
www www