Home >  Berita >  Umum

Main Judi Domino, Empat Warga Pidie Dicambuk di Halaman Masjid Agung

Main Judi Domino, Empat Warga Pidie Dicambuk di Halaman Masjid Agung
ilustrasi hukuman cambuk
Senin, 09 November 2015 18:10 WIB
SIGLI - Empat warga dicambuk di halaman Masjid Agung Al Falah, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, karena terbukti bermain judi domino. Mereka masing-masing dicambuk tujuh kali atas pelanggaran terhadap Qanun Syariat Islam tentang maisir atau perjudian.Keempat pria yang dicambuk dengan rotan itu berinisial HR (47), AI (35), JZ (35) dan Ib (40) merupakan warga Kabupaten Pidie. Mereka dicambuk oleh algojo mengenakan jubah dan penutup wajah, di atas sebuah panggung mini, serta disaksikan ratusan warga termasuk unsur Muspida, Senin (9/11/2015).

Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (Polisi Syariah) Pidie, Sabaruddin Hasan mengatakan, keempatnya dieksekusi setelah Mahkamah Syar’iah Sigli beberapa hari lalu memutuskan mereka terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Qanun Syariat Islam Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir.

“Mereka divonis delapan kali cambuk kemudian dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani satu bulan, sehingga jadi tujuh kali cambuk,” kata Sabaruddin seperti dikutip Okezone.

Ads
Menurutnya, keempat terpidana ditangkap polisi saat bermain judi domino di Kecamatan Pidie, pada Oktober. Bersama mereka disita barang bukti batu domino dan uang taruhan.

“Setelah diproses di kepolisian diserahkan ke kejaksaan hingga sampai ke Mahkamah Syariah dan dieksekusi hari ini,” sebutnya.

Sebelum dicambuk keempat terpidana sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat. “Setelah dicambuk tadi diperiksa lagi kesehatannya, kemudian diserahkan ke keluarganya masing-masing,” ujar Sabaruddin.

Dia menambahkan, cambuk digelar hari ini bukan sekadar hukuman untuk keempat terpidana, tapi harus menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan maksiat dan pelanggaran terhadap syariat Islam.

“Marilah sama-sama kita menghormati syariat Islam di Aceh ini, kalau bukan kita orang Aceh siapa lagi yang mau menghormatinya,” katanya.

Menurutnya, ke depan hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap pelanggar syariat Islam di Aceh akan lebih berat lagi, seiring dengan berlakunya Qanun Hukum Jinayah.***

Editor : Jamaluddin Iskandar
Sumber : okezone.com
Kategori : Umum, Pidie
www www