Home >  Berita >  Banda Aceh

Tiga Hari Tak Dapat Air untuk Mandi, Para Napi Mengamuk, Lapas Lambaro Banda Aceh Rusuh

Tiga Hari Tak Dapat Air untuk Mandi, Para Napi Mengamuk, Lapas Lambaro Banda Aceh Rusuh
Polisi bersenjata lengkap melakukan pengamanan saat terjadi kerusuhan di Lapas Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat malam. (foto: serambinews.com/m anshar)
Sabtu, 07 November 2015 00:37 WIB
BANDA ACEH - Gara-gara tidak mendapat pasokan air untuk mandi dan kebutuhan lainnya sejak tiga hari terakhir, ratusan napi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar, mengamuk, Jumat (6/11/2015).Mereka mengamuk sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dengan melempar batu ke arah kantor penjara. Kepulan asap juga muncul dari dalam Lapas Lambaro.

Selain pasokan air, mengamuknya sekitar 500 narapidana tersebut karena akumulasi permasalahan yang terjadi di lembaga permasyarakatan tersebut.

Ratusan polisi bersenjata laras panjang serta puluhan polisi berpakaian preman mengamankan lembaga penjara tersebut. Polisi bersenjata berjaga-jaga baik di dalam maupun di luar penjara tersebut. Pintu masuk dijaga ketat.

Ads
Sejumlah wartawan yang hendak masuk ke dalam penjara juga tidak diperkenankan. Hingga pukul 20.30 WIB, penjara tersebut masih dijaga ketat aparat kepolisian.

Sejumlah pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh tampak menemui para narapidana.

Situasi Sudah Terkendali

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh Suwandi mengatakan situasi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar sudah terkendali.

"Situasi di dalam sudah terkendali. Para narapidana sudah masuk ke sel masing-masing," kata Suwandi di LP Kelas IIA Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar, Jumat malam.

Suwandi mengatakan, narapidana mengamuk karena permasalahan air bersih. Pasokan air bersih ke kamar mandi di sel narapidana terhenti sejak dua hari terakhir.

"Masalahnya karena pompa air rusak. Sebenarnya pompa baru sudah dibeli, tetapi tukang pasangnya belum datang. Tadi petang juga sudah dipasok tiga mobil tangki air, namun tidak mencukupi," kata dia.

Suwandi mengatakan, pasokan air akhirnya ditambah setelah dirinya menghubungi pihak PDAM. PDAM akhirnya menambah lima mobil tangki lagi.

Ia mengatakan massa narapidana bisa ditenangkan setelah mereka meminta bertemu langsung dengan dirinya.

Ketika bertemu, para narapidana menyampaikan berbagai masalah yang terjadi di penjara tersebut.

"Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan para narapidana. Pertama, meminta kepala LP dicopot, meminta masalah air bersih diatasi, meminta penambahan genset, serta aturan remisi," kata dia.

Tuntutan tersebut, kata Suwandi, pihaknya bersedia memenuhi tuntutan para narapidana tersebut. Tuntutan itu juga sudah disampaikan langsung kepada Menteri Hukum dan HAM.

"Saya juga sudah menghubungi Pak Menteri dan menyampaikan tuntutan narapidana, terutama menyangkut PP Nomor 99/2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan," kata Suwandi.***

Editor : Jamaluddin Iskandar
Sumber : antara
Kategori : Banda Aceh
www www